Thursday, December 16, 2010

SERIBU LILIN

Seribu lilin

Nyatakan di tengah dunia

Biar sinarnya

Menyatakan kemuliaan sorga

Wartakan kepada dunia

Kabar sukacita

T'lah lahir Yesus

Penebus jurus'lamat kita


Hai bintang indah Betlehem

Kiranya sinarMu

Bawa harapan dan damai

Bahagia di kalbu

KehangatanMu kirimkan

Di hari yang beku

Kehangatan kasih Tuhan

Di natal yang syahdu.

Wednesday, December 1, 2010

SUARA HATI HAWA

Wahai sang jiwa yang misterius

Bila rindu nan kelabu

Menayang hati dan pikirku

Menggelitik alam bawah sadarku

Isi hatiku dengan senyummu

Biar bersinar mataku sendu

Biar berbinar gelakku rayu

Thursday, October 7, 2010

HIDUP SELALU BERPUTAR

Benarkah hidup manusia selalu berputar? Dengan kata lain, jika sekarang ia menangis, maka nanti akan berganti menjadi tawa? Jika sekarang ia susah, maka nanti dia akan menikmati kehidupan yang lebih baik. Pernyataan seperti ini sering muncul di tengah kehidupan orang Kristiani. Banyak sekali orang memakai ungkapan ini seolah-olah bermaksud ingin memberikan penguatan. Betul mungkin jika hal ini dimaksudkan demikian, namun jika ungkapan ini kita sampaikan kepada orang kaya dengan berkata; “sekarang anda kaya, nanti pasti akan miskin karena hidup selalu berputar”. Saya pastikan yang akan terjadi adalah perkelahian.

Mungkin hal serupa pernah terjadi dalam kehidupan saudara. Seorang jemaat pernah berkata kepada saya, pak Pendeta, sekali-kali dengar kotbah dong sebagai jemaat, jangan ngotbahin orang terus. Saat itu hati saya sedikit tersinggung, penafsiran saya langsung ke arah negatif, jangan-jangan jemaat ini sudah tidak lagi berkenan dengan kotbah saya. Lalu saya beranikan diri untuk bertanya kenapa beliau berkata demikian, dia jawab; “bukankah dengan pernah menjadi jemaat, maka pak Pendeta akan lebih banyak memahami seperti apa jemaat itu? Dan bukankah dengan menjadi jemaat pak Pendeta juga akan melakukan apa yang pak Pendeta kotbahkan selama ini?” Saat itu, jawaban itu hanya saya simpan dalam hati tanpa ingin memperpanjang. Setelah kembali ke rumah, lalu saya berfikir, mungkin apa yang beliau katakan itu benar. Lalu minggu-minggu selanjutnya, meskipun selesai berkotbah dalam suatu kebaktian minggu, saya selalu mencoba mencari tempat lain dimana saya bisa mendengar kotbah untuk memposisikan diri sebagai jemaat. Dan pola fikir saya terbuka, akhirnya saya buktikan sendiri bahwa sering ternyata ketika Pendeta kotbah, kritik akan kotbah tersebut terlontar dari jemaat, namun karena jarak antara jemaat dan Pendeta begitu jauh, maka tentu Pendeta tidak mendengar. Saya juga melihat betapa gelisahnya beberapa jemaat ketika Pendeta kotbah dengan panjang. Dan saya belajar dari pengalaman itu.

Saya bukan ingin berkata, saudara harus melakukan seperti apa yang saya lakukan dimana ketika kita menjadi orang kaya, maka kita harus memposisikan diri terlebih dahulu jadi orang miskin untuk mengetahui bagaimana rasanya, saya yakin banyak orang yang tidak mau melakukannya. Tapi hendaknya pernyataan “hidup manusia itu selalu berputar” akan menjadikan manusia memiliki pengendalian diri yang baik dalam kehidupannya. Ketika ia kaya, maka ia harus mengendalikan dirinya dan mengingat bahwa jika tidak mengendalikan diri, maka bisa saja ia nanti akan jatuh miskin. Begitu juga dengan orang yang saat ini miskin juga harus mengendalikan dirinya sebab jika tidak, dia akan mengandalkan segala cara supaya bisa kaya meski harus jatuh ke dalam dosa. Saya pun demikian, ketika saya berkotbah, saya harus mengendalikan diri agar saya jangan jadi batu sandungan bagi jemaat, dan ketika saya menjadi jemaat, harus mengendalikan diri agar saya tidak pulang dengan sia-sia dari rumah Tuhan setiap minggunya.

Selamat merenung akan “hidup selalu berputar”.

Salam : Pdt. Tonggo sitompul

Friday, October 1, 2010

FROM THIS MOMENT ON

HURIA NA HUHAHOLINGI HAMI

Huria na huhaholongi hami

na pinajongjong Ni Tuhanta i

Tung na so muba sian roha nami

Huria dohot Ruas na i

Dinasa hasusahaan

tongtong do i manahan

manggogo pe angka galumbangi

Tuhanta do na pademakhon i

Martua ma na hot di Tuhan i

SDJ 651:1

Jakartaku

Jakarta, 22 September

Udara pucat

angin bertiup lambai

Dua tiga tetes gerimis

menjelma menjadi guyuran

Dingin jua membekukan

Matahari seolah gugur

diganti indah senja temaran

Dan mata pun beranjak redup

Saturday, June 5, 2010

JANGAN MENGHAKIMI BILA TIDAK INGIN DIHAKIMI

Janganlah kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi. (Matius 7:1,2)

Yesus menyuruh kita untuk menyelidiki motif-motif dan tingkah laku kita dari pada menghakimi orang lain. Sifat-sifat orang lain yang menjengkelkan sering kali justru merupakan kebiasaan-kebiasaan kita juga yang tidak kita sukai. Kebiasaan-kebiasaan buruk kita yang tidak terkontrol, dan pola-pola perilaku kita yang buruk adalah sifat-sifat yang ingin kita ubahkan pada diri orang lain. Apakah mudah bagi memperbesar-besarkan kesalahan orang lain, sementara kita memaafkan diri kita untuk kesalahan yang sama? Bila kita sedang bersiap-siap mengkritik seseorang, mari memeriksa diri kita untuk mengetahui apakah kita juga bersedia menerima kritikian yang sama.

Hakimilah diri sendiri dulu, kemudian dengan kasih ampuni dan bantulah orang lain

Wednesday, March 31, 2010

DOA MASA PANGUNJUNAN TU HO

Sai anggiat ma ho lam togu

jala tong-tong manahan di sude pangunjunanmu,

ai manamba habengeton,

jala gabe pasu2 do i di ho,

nang di angka nahumaliang hita.

Posma roham, na uli na denggan do sude

na pinatupa ni Debata tu hita salelengon.

Rap marhaporusan jala marpanghiraman ma hita

tu Debata Parasiroha...

Diramoti Tuhan Debata ma ho di ganup tingki. :-)"

Tuesday, March 30, 2010

DOA UNTUK SILASNIROHA

Sai didongani jala diparbisuki Tuhan Debata ma ho

diganup langkam, parulaonmu

dohot di angka sinangkap ni roham.

Sai Diapuli jala Dipargogoi ma ho..

Bahen ma sonang roham,

ai manang aha pangunjunanmu,

mambahen tu na denggan do sude i.

Asi-asiNA ma tong marsinondang dingolutta. :-)

Saturday, March 27, 2010

KELUAR DARI PERSEMBUNYIAN..!!

Dan tidak ada suatu mahlukpun yang tersembunyi di hadapanNya , sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepadaNya kita harus memberikan pertanggungan jawab. (Ibrani 4:13)

Tidak ada sesuatu pun yang dapat disembunyikan dari Allah. Ia mengetahui setiap orang dimanapun juga ia berada, dan segala sesuatu tentang diri kita masing-masing terbuka di mataNya yang Maha melihat. Allah dapat melihat segala apa yang kita pikirkan, bahkan pada saat kita sedang tidak menyadari akan kehadiranNya, Ia masih saja ada dan tahu.

Bila kita mencoba menyembunyikan diri dariNya, Ia tetap saja melihat kita. Kita tidak dapat menyembunyikan rahasia apapun dari hadapanNya. Merupakan suatu penghiburan bila kita menyadari bahwa walaupun Allah mengenal diri kita seutuhnya namun, Ia tetap saja mengasihi kita. Maka biarkanlah kedekatan hadiratNya memberi penghiburan bagi kita.

Thursday, March 25, 2010

MAU TINGGI HARUS RENDAH

Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikanNya pada waktunya. (1 Petrus 5:6)

Ayat ini mengajarkan kita untuk merendahkan diri kita di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya pada waktunya nanti Tuhan akan meninggikan kita. Tuhan Yesus menjadikan diriNya teladan bagi kita manusia untuk dapat bersikap rendah hati, seperti yang tertulis dalam Filipi 2:8-11 "Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Buah dari kerendahan diriNya, Tuhan Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepadaNya Nama di atas segala nama supaya di dalam Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi" dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan bagi kemuliaan Allah Bapa!"

Tuhan menghendaki kita rendah hati dan mengasihi sesama manusia. Tidak menganggap orang lain rendah bahkan mencemooh mereka yang rendah, lemah dan berkekurangan. Karena sesungguhnya orang yang tinggi hati akan mengalami kehancuran dalam hidupnya. Mana yang akan kita pilih, hidup dengan kerendahan hati dan pada waktunya akan mendapat penghormatan serta ditinggikan, atau hidup tinggi hati, bangga dengan kesombongannya ketika di dunia, namun pada waktunya hidupnya akan hancur.

Selain itu Tuhan Allah sangat membenci manusia-manusia yang meningikan diri/congkak/sombong, seperti yang tertulis dalam Yakobus 4:6b: "karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak tetapi mengasihi orang yang rendah hati." Mari merendahkan diri di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kita. Orang yang rendah diri berkenan di hadapan Allah. Oleh sebab itu, mari bersikap rendah hati, menghormati dan mengasihi orang lain dalam setiap kehidupan kita. Bukan hanya di bibir tetapi dalam setiap perilaku dan tindakan.


Pelita Hati
HKBP Depok I Ressort Depok I

Wednesday, March 24, 2010

DOA

Tuhan,

kuatkan kami

agar kami menang

bila datang kesusahan dan pencobaan

seperti hambaMU Ayub, Yusuf dan Lazarus

yang hidup penuh penderitaan

dan berakhir dengan kebahagiaan

Biarlah dengan kepercayaan

dan ketaataan kami kepadaMU

kami dapat menikmati kemuliaanMU

yang akan Engkau nyatakan kepada kami (Roma 8:18)

Hanya Engkaulah jalan kebenaran dan hidup

Amin.

Tuesday, March 23, 2010

TUHAN ADALAH ADIL

Sebab Tuhan adalah adil dan Ia mengasihi keadilan; orang yang tulus akan memandang wajahNya. (Mazmur 11:7)

Sunday, March 21, 2010

IMAN PASTI MENANG TERHADAP UJIAN

Renungan Warta Jemaat HKBP Jatiwaringin
Minggu Judika, 21 Maret 2010
Epistel: Roma 3 : 21-26
Kotbah: Kejadian 22: 9-14
Oleh: Pdt. MM. Siahaan

Nats ini sudah tidak sing lagi bagi kita, karena sejak Sekolah Minggu kita sudah mendengar cerita ini. Namun jika dibaca secara sekilas, mungkin akan muncul suatu pertanyaan di alam diri kita; seolah-olaah hal ini bertentangan dengan janji Allah sendiri. Allah menjanjikan keturunan dari Ishak seebagaai pewaris ketturunan Abaraham, mengapa dia harus dikorbankan? Masa sampai hati Abraham mengorbankan anaknya? Namun jika kita mendalami panggilan Abraham dari Ur-Kasdim (Mesopotania) sampai dijanjikan ketturunan, ternyata nast ini adalah suatu ujian yang sangat berat atau ujian yang tertinggi yang ddihadapi oleh Abraham terhadap kesetiaannya pada Tuhan. Sebeenarnya ini menandakan bahwa Abraham mempunyai hubungan erat dengan Allah, sampai dia mempersembahkan Ishak anak satu-satunya. Hal ini dapat dilihat dalam kehidupan Abraaham adalah "Iman yang sejati", dia merespon pangggilannya dengan suatu keyakinan, memiliki pengharapan terhadap pimpinan Allah dan percaaaya dengan janji Allah.
Kalau peristiwa ini diperhadapkan dengan kehidupan kita, mungkin sulit kita memberi atau mengorbankan yang paling berharga dalam hidup kita. Atau jangan-jangan kita ragu-ragu, jangan-jangan tidak ada apa-apanya. Di zaman seperti ini sebenarnya kita harus memiliki iman seperti Abaraham. Benar bahwa iman itu harus diuji, supaya tidak nampak kepalsuan atau kepura-puraan, melainkan terlihat iman yang murni atau sejati. Benarlah apa yang dikatakan oleh Paulus.."keteguhan iman dalam Kristus" (Kolose 2:5). Artinya meskipun ujian terhadap iman kita selalu menggerogoti kita, namun kita tampil sebagai pemenang(bandd. Ayub, dia menang terhadap penderitaan yang dia hadapi).
Di sisi lain yang biasa kita lihat dari nats ini adalah pribadi seorang Ishak sebagai seorang pribadi yang taat dan tidak bersungut-sungut kepada kelakuan bapaknya. Secara manusiawi wajar jika Ishak meronta-ronta attau melarikan diri dari rerncana tersebut, namun dia memiliki hati yang tenang dan jiwa yang berkorban. Pantaslaah Allah menjadikan dia pewaris isttimewa pada keluarganya. Pengorbana Ishak sebagai Anak Tunggal Allah untuk mendamaikan dan menyelamatkan umat manusia.
Oleh karena itu, apa arti teks ini dalam kehidupan kita seebagai gereja atau orang-orang Kristen di dunia ini? Pertama: Lambat atau cepat, mau tidak mau, semua orang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus pasti menghadapi ujian iman sesuai dengan keadaanya. Dan semua itu adalah untuk menuntut dan memantapkan iman percaya kita kepaNya. Kedua: Seberat dan setingi apapun ujian yang kita hadapi, namun jika kita memiliki iman yang sejati kepadaNya kita pasti menang. Ketiga: Iman yang kita miliki hendaklah kita memanfatkan untuk menolong dan memenangkan orang lain kepada Kristus. Keempat: Gereeeja atau orangg Kristen harus menjadi panutan dalam iman. Artinya disettiap tindakan, sikap dan seluruh gerak kehidupan ini, orang Kristen mesti menunjukkan keteladanan dalam iman.

Wednesday, March 10, 2010

MENUJU TERANG

Sering kali ketika kita memerlukan jawaban atas suatu masalah, kita mencobanya dengan berfokus pada masalah itu. Kita mempelajarinya. Kita memikirkannya. Kita memeriksanya dari setiap sudut. Tetapi Rasul Paulus memberi kita pendekatan yang berbeda. Ia berkata kita harus memfokuskan perhatian pada Firman Tuhan sampai jawaban masalah itu ada.

Kita sering memakai istilah “memilih titik terang”. Kita bertanya, “Apakah aku tahu jawaban situasi itu?” Sesungguhnya, ketika firman Tuhan masuk ke dalam hati kita, firman itu membawa terang (Mazmur 119:130). Firman itu membawa jawaban yang kita perlukan.

Apakah kamu pernah berada pada sebuah ruangan yang gelap dan mencoba mencari jawaban jalan keluar? Atau apakah kamu pernah tersesat di malam hari? Apa yang pertama kali kamu cari? Cahaya!

Cahaya itu bisa berasal dari bawah pintu atau kerlap-kerlip dari lampu sebuah rumah di kejauhan. Yang mana pun juga, kamu akan segera berjalan ke arah itu. Kamu tidak akan menyia-nyiakan waktu untuk memfokuskan perhatian pada kegelapan. Kamu akan memusatkan perhatian pada terang itu sebab kamu tahu terang itu membawa kamu ke arah yang benar. Jika kamu membutuhkan jawaban persoalan yang sedang kamu hadapi, mari memperhatikan firman Tuhan. Pergilah kepada terang itu maka jawaban yang kamu perlukan akan tiba.

Monday, January 11, 2010

Allah adalah tempat curhat terbaik

Yesaya 26:4

Di dalam hidup ini pasti ada orang yang kita percayai. Dikala kita menghadapi sesuatu yang unik dalam hidup ini, ketika kita menghadapi suatu masalah, kita akan menceritakannya kepadanya dan mengharapkan mendapat solusi darinya. Pasti sedikit banyaknya akan diberikan solusi untuk masalah yang kita hadapi tersebut dan mungkin kita akan merasa lega. Dikala kita merasa senang dan bergembira karena sesuatu di luar dari pada yang kita pikirkan bisa-bisa saja kita akan menceritakannya juga atau curhat pada orang itu. Pertanyaan! Sempurnakah orang yang kita percayai itu dalam menjawab semua suka dan duka kita? Tidak, tetapi ada sedikit kelegaan bagi kita dan jawaban yang kita terima tersebut pun belum tentu yang sebetulnya. Kenapa kita mau mempercayai dia sebagai tempat curhat kita? Karena dia tidak akan mempermalukan kita.

Sungguh alangkah indahnya kalau kita bisa memiliki seseorang yang bisa tempat kita mengadu dalam suka maupun duka di dalam dunia ini, tetapi alangkah baiknya dan indahnya kalau Allah menjadi tempat mengadu kita dalam segalanya. Karena Dialah Gunung Batu yang tak tergoyahkan. Dialah yang sanggup memberikan solusi atas masalah dalam hidup ini. Dia akan merasakan sepenuhnya apa yang kita rasakan dalam suka maupun duka. Dia memegang rahasia kehidupan kita. Dia tidak akan mempermalukan kita, Dia akan menjawab semua pergumulan hidup kita. Dia bukan hanya mampu membuat solusi tapi juga memberikan segalanya dan Dia akan menemani hidup kita selamnaya tanpa pernah meninggalkan kita. Amin

Ibadah Harian Keluarga
HKBP DISTRIK XV SUMBAGSEL

Friday, January 8, 2010

BATU PENGIMANAN GEREJA


Dan akupun berkata kepadamu: engkau adalah petrus dan di atas batu karang ini aku akan mendirikan jemaatKu dan alam maut tidak akan menguasainya. (Matius 16:18)

Gereja Tuhan yang sesungguhnya adalah setiap orang yang beriman dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat dan menjadikan Dia sebagai penentu jalan kehidupannya. Jika kita bersedia dibangun sebagai Batu Karangnya, maka sebagai batu-batu yang kecil kita adalah jemaat akan disatukan menjadi Bait Allah yang indah. Di Gereja yang demikianlah Roh Kudus akan berkenan untuk kesempatan pertama.

Batu karang adalah batu pertama yag kokoh sebagai dasar. Bati ini akan menjadi titik awal dan pedoman untuk menyusun batu-batu yang lainnya agar menjadi "bangunan" gereja Tuhan yang berkenan. Batu-batu yang ada itu disusun oleh para Rasul dengan jalan mengajar kebenaran Firman Tuhan tentang Yesus sebagai Anak Allah.

Jadi, pengajaran paling mendasar dan harus kita imani adalah Tuhan Yesus sebagai Anak Allah. Setiap anak-anak Allah yang setia pasti akan semakin didewasakan dalam iman untuk dapat dibentuk menjadi Gereja Tuhan yang kokoh dalam anugerah Tuhan Yesus Kristus. Dan jika setiap Gereja dibangun dengan dasar ini, pastilah Gereja tersebut tidak akan dapat digoyahkan oleh kekuatan manusia manapun, atau alam maut tidak akan menguasainya.

Namun banyak Gereja yang didirikan bukan atas dasar Yesus Kristus melainkan atas dasar peraturan organisasi. Ciri utama Gereja yang dibangun atas dasar Batu Karang adalah Yesus Kristus akan mengutamakan kebenaran firman Tuhan di atas segala hal yang ada di dunia ini. Maka dapat dilihat pula bahwa setiap pengajaran Firman Tuhan yang disampaikan, pasti juga mengutamakan pengajaran kemurnian dan kebenaran Firman Tuhan dan menyingkirkan pengajaran yang menyesatkan.

Firman Tuhan tidak akan berubah sekarang dan selamanya, jika kita akan menjadi jemaatNya izinkanlah Firman Tuhan berada di kehidupan kita agar menjadi Batu Karang dalam kehidupan kita tidak tergoyahkan dengan apapun yang menimpa kita akan kuat, dan akan merubah kehidupan kita yang kelam penuh kecemasan dan ketakutan menjadi terang dan mengalami kemenangan demi kemenangan.

PELITA HATI
HKBP DEPOK I RESSORT DEPOK

Tuesday, January 5, 2010

APA YANG KITA KEHENDAKI?

Kita semua tahu seperti apa rasanya terperosok dalam lingkaran…memerima satu jawaban doa tetapi ternyata masalah lain sudah menunggu kita.


Kita berdoa dalam iman, tetapi kita terus terperangkap dengan masalah yang sama, terus dan terus. Mengapa? Karena sering kali, kita tidak tahu apa yang perlu kita doakan. Sering kali kita berdoa untuk hal-hal yang keliru.

Marilah kita membaca lagi di Markus 10. Bertimeus yang buta itu duduk duduk di pinggir jalan untuk mengemis ketika Yesus lewayt. “Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus, orang Nazaret, mulailah ia berseru: “Yesus Anak Daud, kasihanilah aku!”... Kemudian ia melompat berdiri dan menghampiri Yesus. “Apa yang kau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Yesus bertanya kepadanya. Jawab orang buta itu, “Rabuni, supaya aku dapat melihat!” “’Pergilah,’kata Yesus,’imanmu telah menyelamatkan engkau!’ Pada saat itu juga melihatlahnia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanNya” (ayat 47, 50-52).

Simak cerita tersebut. Dari apa yang yang Alkitab katakanan, berapa banyakah kebutuhan Bartimeus? Hanya satu? Tidak! Ia bukan buta saja, tetapi ia juga seorang pengemis. Barang kali masalahnya begitu banyak lebih dari yang dapat kita bayangkan, dan sepertinya masing-masing itu satu kebutuhan yag logis. Tapi andaikan Bartimeus bisa melihat, maka sisanya akan beres dengan sendirinya. Penglihatanlah yang ia butuhkan…dan Bartimeus menyadarinya.

Jadi, ketika Yesus bertanya apa yang bisa Ia bantu, Bartimeus tahu persis apa yang harus diminta, dan ia pun memperolehnya.

Yesus juga rela untuk memenuhi kebutuhan kita. Pertanyaanya adalah, apakah kita benar-benar tahu apa yang kita inginan? Mari berpikir dan mendoakan itu. Biarlah Yesus sendiri yang menunjukkan apa yang benar-benar kita perlukan. Jika itu yang kita perbuat, maka doa-doa kita akan memiliki kuasa yang baru seluruhnya. Daripada meraba-raba permukaan masalah itu saja, mereka akan langsung dicurahkan dari hati.

Dan kita tidak membuang-buang hidup kita dengan berlari-lari dalam lingkaran lagi.


By:Kenneth Copeland

OVER THE EDGE

RENUNGAN PEMUDA


Monday, January 4, 2010

BATU PENJURU GEREJA

BATU PENJURU G’REJA


DAN DASAR YANG ESA,


YAITU YESUS KRISTUS


PENDIRI UMATNYA.


DENGAN KURBAN DARAHNYA


GEREJA DI TEBUS;


BABTISAN DAN FIRMANYA


MEMBUATNYA KUDUS



KJ. 252 :1

Syair: Samuel J. Stone 1866

Lagu: Samuel S. Wesley 1864


Terima kasih Tuhan Yesus, karena Kau menjadi batu penjuruku sehingga aku kuat dan kokoh menghadapi pergumulan hidup di dunia ini. Engkaulah Batu Karang Rohani kami, hanya kepadaMu kami memohon pertolongan.

Sunday, January 3, 2010

DASAR KEKRISTENAN

Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan; yaitu Yesus Kristus. (1Korintus 3:11)


Jangan pakai akar bila rotan tak ada. Mengapa? Menurut beberapa orang, karena dalam pribahasa “tak ada rotan akarpun jadi” tersirat bahwa kualitas adalah nomor dua. Seharusnya, bila tak ada rotan langkah yang diambil adalah entah cari rotan ke sumber lain atau memikirkan yang merekayasa alternative yang sebaik rotan, atau bahkan lebih supaya memproduksi hasil tidak berkurang.


Kini Paulus menggunakan metafora pendirian suatu bangunan (bangunan Allah). Dalam konteks jemaat Korintus, Paulus menjelaskan bahwa dengan karunia Allah, dirinya telah meletakkan dasar jemaat yang adalah Kristus. Karena itu, Paulus memperingatkan mereka yang sedang membangunj emaat Korintus di atas dasar itu untuk berhati-hati: jangan membangun jemaat dengan hal-hal yang tidak tahan uji oleh api, jangan dengan pengajaran dan tindakan jerami hikmat manusia, tetapi dengan pemberitahuan hikmat Allah. Ketahan-ujian inilah yang akan menentukan upah seorang pelayan(tetapi bukan keselamatannya). Sebagai penegasan, Paulus juga menyatakan bahwa jemaat setempat di Korintus adalah bait Allah dan Allah akan mebinasakan orang yang membinasakan baitNya.

Kehidupan jemaat harus, rohani, yaitu berbeda radikal dengan dunia. Perselisihan dan arogansi adalah tanda dari hikmat duniawi; tanda bahwa kontribusi Kristen kepada bangunan kehidupan jemaat tidak tahan uji. Penghakiman krena meniadakan fungsi jemaat sebagai bait Allah; menghadirkan kesaksian Roh akan Kasih Karunia Allah bagi sekitar.


Masa kini banyak gereja yang secara tidak langsung mengagungkan manusia dan menyombongkan dirinya karena mereka telah mengambil bagian di dalam suatu gereja begitu banyak, apakah itu secara material maupun secara pikirannya. Untuk itu doakan dan gumulkan terus para penaua dan pemimpin serta jemaat tempat kita bergereja, agar terus bertumbuh dalam kebenaran firmanNya dan tahan uji sebagai representasi Allah di sekitar jemaat kita. Kiranya Tuhan sudah memulainya, Tuhan jugalah yang memulainya.


PELITA HATI

HKBP DEPOK I RESSORT DEPOK

Friday, January 1, 2010

TAHUN BARU YANG BAHAGIA


Di berbagai tempat, orang-orang berkumpul bersama untuk merayakan detik-detik pertama yang menggembirakan pada tahun baru ini… sekalipun demikian bagi ribuan orang, hari itu juga menjadi 24 jam tersulit dari hidup mereka.

Barangkali ada teman-teman kita yang berpesta sampai larut malam, melakukan hal-hal yang mereka tahu seharusnya tidak dilakukan dan sekarang menyesali setiap detik dari peristiwa itu. Bagi mereka, tahun baru hanyalah permulaan dari sebuah kegagalan lagi.

Bagaimana dengan kita sendiri? Mungkin dari luar kita kelihatan cukup berbahagia. Tetapi di dalam hati, mungkin kita merasa terluka dan kecewa. Mungkin kitalah orang yang menyesali apa yang telah terjadi tadi malam. Mungkin kita merasa tidak sanggup lagi menjalani hidup.

Pernahkah kita berbicara pada diri sendiri, andaikan aku diberi kesempatan untuk mengulanginya, aku akan melakukannya dengan cara yang berbeda? Yesus sesungguhnya sanggup mengabulkan permintaan itu. Ia sudah menbayar harga semua dosa dan hukuman dari semua kesalahan kita, apa pun yang telah kita lakukan. Itulah sebabnya Ia datang ke dunia supaya kita bisa memulai lagi dan membuat Hari Tahun Baru ini sebagai hari terbaik dalam hidup kita.

Bagaimana kita bisa membuka lembaran hidup baru? Roma 10:9 mengatakan, Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.”

Caranya sangat mudah, kita hanya perlu mengucapkan, “Yesus, aku menyerahkan hidup kami kepadaMu. Mulai hari ini, aku menjadi milikMu. Di rumah, di tengah-tengah teman-temanku, di mana-mana, aku senantiasa mengikut Engkau.”

Tiada waktu yang lebih tepat untuk menyerahkan hidup kita selain di hari pertama di tahun baru ini. Bahkan jika kita pernah menyerahkan hidup kita kepada Yesus, tetapi sepertinya telah kehilangan focus, maka kita bisa memperbaharui penyerahan kita kepada Dia. Sekarang, di mana kita berada, serahkan hidup kita kepada Yesus saat ini juga. Dan temukan apa artinya mengalami tahun baru yang bahagia itu.