Thursday, July 2, 2009

Mengalahkan kekecewaan

Kita semua menjumpai keadaan-keadaan yang dapat menyebabkan kita bertumbuh negatif, pahit hati, atau kecewa pada diri sendiri atau Tuhan. Tapi Paulus mengatakan: “Melupakan apa yang telah dibelakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan.” Dengan kata lain, Paulus sedang mengatakan , “Aku tidak akan tinggal dalam kekecewaan-kekecewaan kemarin atau kegagalan-kegagalan masa laluku.. Aku tidak akan berpikir tentang apa yang bisa aku lakukan atau seharusnya lakukan. Aku meninggalkan semua itu di belakang, dan aku melihat ke depan, pada hal-hal baik yang Tuhan sediakan bagiku.” Itulah jenis sikap yang sehrusnya kita miliki juga.
Setiap pagi saat kita bangun, tolaklah untuk tinggal dalam kesalahan-kesalahan hari sebelumnya. Tolaklah untuk tingggal dalam kekecewaan-kekecewaan kemarin. Bangunlah setiap hari dengan mengetahui bahwa Tuhan adalah Tuhan yang penuh kasih dan pengampunan, dan Ia mempunyai hal-hal besar yang tersimpan bagi kita.
Paulus berkata: “Aku maju ke depan. Aku berusaha keras untuk mencapai tujuan.” Kata-kata itu mengesankan usaha yng kuat. Tidak selalu mudah untuk mengatasi beberapa rintangan di jalan, kekkecewaan-kekecewaan itu. Dibutuhkan kemauan yang kuat. Kadang-kadang, mungkin dibutuhkan keberanian; kadang-kadang tidak ada apa pun kecuali iman di dalam Tuhan dan tekad yang akan membawa kita lewat. Tetapi kita dapat berkata, “Aku menolak terjebak di masa lalu. Aku tidak akan membiarkan masa lalu menghancurkan masa depanku. Aku maju terus. Aku berusaha kuat untuk maju, dengan mengetahui bahwa Tuhan mempunyai hal-hal yang luar biasa tersimpan bagiku.”
Saat kita membuat kesalahan-kesalahan dan kita semua melakukannya , rendahkanlah diri kita sendiri dan terimalah penmgampunan serta kemurahan Tuhan. Bersikaplah rela untuk mengampuni diri sendiri. Jangan hidup dalam penyesalan. Penyesalahan hanya untuk mengganggu iman kita. Iman harus selalu menjadi kenyataan masa kini, bukan suatu ingtan jauh di masa lampau. Tuhan akan mengubah kekecewaan-kekecewaan itu. Ia akan mengambil luka-luka kita dan mengubahnya menjadi bintang-bintang untuk kemuliaanNya.

Monday, April 6, 2009

Muliakan Tuhan dan besarkanlah namaNya

Renungan Warta Jemaat
HKBP Jatiwaringin Ressort Jatiwaringin
Minggu Palmarium, 5 April 2009
By: Pdt. Tonggo Sitompul, Sth


Siapakah yang tidak senang dipuji. Setiap orang merasa gembira ketika ia mendapatkan sebuah pujian. Dan jika secara jujur dinyatakan, setiap orang berkata bahwa itu merupakan impian setiap orang. Tidak hanya manusia, Allah juga demikian. Ia adalah Allah yang senang dipuji. Itulah sebabnya nas ini bicara tentang pengakuan akan kebesaran Allah, artinya ketika orang mengaku akan sesutu hal dalam diri orang lain, maka di dalamnya termuat pujian akan apa yang dimiliki orang tersebut.

Selanjutnya nas ini ingin mengatakan bahwa pemazmur memberikan kepada kita tugas yang harus kita emban yaitu meninggikan namaNya, menyembah Dia sekaligus mengandalkan Dia. Dengan demikian, tidak ada alasan untuk tidak memuliakan serta bersyukur kepada Tuhan. Dan menarik untuk diperhatikan adalah bahwa ternyata Tuhan tidak mengabaikan seruan kita. Ia selalu mendengar seruan umatNya. Bahkan Ia berkata kepda umatNya, “Aku akan membiarkan kamu menemukan Aku”. Melihat kenyataan ini ada yang paling mendasar untuk diketahui yaitu Allah ternyata tidak jauh, Ia dekat, bahkan sangat dekat, Ia hanya sejauh doa. Namun ada apa dengan umat manusia, kenapa sangat sulit sekali mendekatkan diri dengan Tuhan?

Tidak hanya sampai di sana, adalah sangat diperlukan komitmen dalam menjalani hari-hari ke depan. Tuhan selalu setia dengan janjinNya, tapi Ia juga menginginkan kita setia kepada Dia. Hanya itu!

Namun meskipun demikian, Allah itu adalah yang Maha Kasih! Ia sangat pemurah, panjang sabar dan penuh kelembutan. Ia tetap memaafkan setiap kesalahan, bahkan menginginkan perubahan sebelum manusia itu meninggalkan dunia ini. Ia menuntun mereka dari setiap kekeliruan itu agar berjalan dalam kebenaran dan hukum Allah. Kepada mereka Allah mengutus RohNya untuk mengingatkan manusia agar berubah kepada sesutu hal yang lebih baik. Kasih setia dan pertolongan Allah itu haruslah kita ikrarkan dalam nyanyian dan doa sepanjang hidup kita. Pujilah Tuhan hai setiap orang yang mengakui kuasaNya dan bersyukurlah kepada Tuhan atas setiap yang kita dapatkan. Terpujilah Tuhan Kepala Gereja!!!!

Wednesday, March 18, 2009

Hari tanpa risau

Ketika merasa sejuk embun pagi adalah nyata
Aku menjadi terbata-bata, bertanya
Apakah hari ini bisa dilalui tanpa risau?
Tanpa kata memecah telinga?

Isi kepala teraduk-aduk
Oleh teriakan-teriakan kecil rumah bertumpuk
Oleh ketidakadilan tak berujung
terlebih musibah yang menggerogoti bawah langit

Ada wajah-wajah tengadah penuh harap
Ada bening air mata yang tak tertahankan
Ada langkah-langkah resah tanpa tujuan
Bahkan tawa tembaga penuh ketulusan

Kegelian dan kengerian adalah bumbu
Yang harus ditelan dan direndam
Sebab dalam masa-masa sukar
Terlihat pribadi yang sebenarnya

Biarlah setapak demi setapak kaki tetap dijejakkan
memberi pijakan untuk terus berdedang
Siapapun takkan pernah tahu jaring esok kehidupan
Bahkan mungkin engkau, aku apalagi mereka

Menemukan jalan terang adalah tujuan
Bukanlah hal yang mudah melakukannya
Memberi arti dan makna pada detik-detik
Tidaklah semudah mengeja kata-kata dalam sejarah

Namun aku terus coba mengerti
Tentang apapun yang mungkin akan kulewati
Tentang apapun yang menjadi kehendakNya
Karena senja itu pasti
sampai Tuhan memanggilku

Monday, March 16, 2009

BUNDA

Bunda……
Getar jiwaku tak terbendung
Kala mengenang timangan
Mengusung kembali buaian dalam rahimmu
Yang lembut dan penuh kedamaian

Masih kuingat senyummu
Rapuh ditelan dinginnya malam
Membendung dingin yang menyusupi kulit lembutku
Merah sunyi tanpa mata

Senyum perakmu
Menghiasi ayunan-ayunanku
Sinar matamu mengingatkanku pada kelembutan
Keabadian yang tak berujung yang tak bertepi

Air mata kadang mengguncangku
Saat kau rebahkan tubuh mungilku
Di pembaringan beralas kasur
Disaput hembusan nafas samudaramu

Kukenali kasih dan cintamu
Dalam setiap lembut belaian keringatmu
Selentik jemari penari-penari kayangan
Seindah nada denting dalam sunyi malam

Bunda……
Kini semua seolah usai
Saat lautan memisahkan
Memenjarakan dalam kenyataan
Jauh darimu adalah saat tak terbayangkan

Tiada sungai berair jernih
Kesejukan alam seolah hilang
Hangus ditelan nyanyian-nyanyian debu trotoar
Ditelan deru bus kota dan kemacetan

Namun terus melangkah adalah keharusan
Mengenang senyum perak Bunda adalah kebahagiaan
Menjaga degub jantungkasih dan sayang adalah kesetiaan
Melukis dengan tinta emas dan warna pelangi adalah tujuankeabadiaan

Aku ingin menyampaikan padamu
Tentang langkah yang kuayunkan
Tentang nilai yang kupertahankan
Sebab masih terngiang suara nyiur kampung halaman

Bunda……
Aku akan datang memenuhi harapanmu
Memenuhi bilik-bilik hati penuh rindu
Menemukan kembali arti kesetiaan dan ketulusan
Dari wajah yang kukenang sepanjang zaman

Terima kasih Bunda untuk cinta dan segalanya
Engkau mengingatkanku memahami arti cinta
Doaku menyertai setiap langkah hidupmu
Hingga semuanya damai dan penuh makna

“Kupersembahkan ini untuk Bunda, saudara dan semua teman-temanku terutama teman-teman yang jauh dari sang Bunda.”

Friday, March 13, 2009

Jadilah bahagia dengan jati diri kita

Kita dapat berani berbahagia dengan jati diri kita sekarang juga dan menerima diri kita sendiri, kekurangan-kekurangan kita dan semuanya. Banyak diantara kita yang tidak menyadarinya, tetapi akar dari banyak masalah sosial, jasmani, dan emosional hanyalah kenyataan bahwa orang tidak menyukai dirinya sendiri. Ada yang tidak nyaman dengan rupa, cara bicara, atau tindakannya sendiri. Ada yang selalu membandingkan dirinya sendiri dengan orang-orang dengan mengharapkan orang itu adalah sesutu yang berbeda.

Kita dapat berbahagia sebagaimana yang telah Tuhan ciptakan, dan berhenti mengharapkan kita sebagai sesuatu yang berbeda. Jika Tuhan ingin kita kelihatan seperti seorang model, bintang film, atlet terkenal, atau siapa pun, Ia pasti menciptakan kita seperti mereka. Jika Tuhan ingin kita mempunya suatu kepribadian yang berbeda, Ia pasti akan memberikan kepada kita kepribadian itu. Jangan membandingkan diri kita sendiri dengan oran-orang lain, kita boleh belajar berbahagia sebagaimana yang Tuhan telah ciptakan.

Banyak diantara kita merasa tidak nyaman tentang dirinya sendiri, jadi kita terus menerus berusaha menyenangkan semua orang di sekitar kita supaya kita dapat merasa lebih baik tentang diri kita sendiri. Kita akhirnya hidup untuk menyenangkan orang lain, dengan berusaha menyesuaikan keinginan mereka, sehingga kita dapat diterima. Kita bertindak dengan satu cara terhadap atasan kita, cara lain terhadap pasangan hidup kita, dan cara lain terhadap sahabat-sahabat kita. Kita menjalani suatu kehidupan berpura-pura, dengan mengenakan berbagai topeng, dan mengharapkan menyenangakan semua orang. Pada dasarnya, kita tidak tulus kepada siapa pun, khususnya diri kita sendiri.

Tapi jika sepenuhnya kita mau menikmati kehidupan kita, kita harus belajar percaya diri sebagai individu yang Tuhan ciptakan. Kita harus memahami: Kita tidak diciptakan untuk meniru siapa pun. Kita diciptakan untuk menjadi diri kita. Saat kita berusaha meniru dan berusaha menjadi orang lain, bukan saja itu menghina kita, melainkan juga mencuri keragaman, kreativitas, dan keunikan kita.

Tuhan menyukai keragaman, dan kita seharusnya tidak membiarkan orang menekan kita atau membuat kita merasa buruk tentang diri sendiri karena kita tidak sesuai dengan citra orang lain tentang siapa seharusnya kita. Beberapa orang menghabiskan sebagian besar waktu mereka dengan berusaha menjadi orang lain.

Jadilah kita yang asli, jangan tiruan. Janganlah takut berbeda; Kita harus merasa aman dengan jati diri kita yang diciptakan Tuhan dan jadilah yang terbaik semampu kita. Kita tidak perlu tampak atau bertindak seperti orang lain. Tuhan telah memberikan kepada kita semua karunia, bakat, dan kepribadian yang bebeda untuk maksud tertentu. Kita tidak benar-benar membutuhkan persetujuan orang lain untuk melakukan apa yang kita kita ketahui Tuhan ingin kita lakukan.

Saturday, February 28, 2009

Jika ia sebuah cinta

Frm: Dian Manurung


Jika ia sebuah cinta......ia tidak mendengar...namun senantiasa bergetar....

Jika itu sebuah cinta..Memang sakit melihat orang yang ku cintai ..Berbahagia dengan orang lain ..Tapi lebih sakit lagi kalau orang ku cintai itu ..Tidak berbahagia bersama ku..

Jika itu cinta..Ia sering kali lari bila kita cari..Namun cinta juga sering kita biarkan pergi ..Saat dia menghampiri. .

Jika ia sebuah cinta.....Ia tidak buta..Namun senantiasa melihat dan merasa..
Jika itu cinta..Maka jika ku jatuh aku tidak terhuyung-huyung. .Konsisten tapi tidak memaksa..Berbagi dan tidak bersikap tidak adil..Mengerti dan mencoba untuk tidak banyak menuntut..Sedih tapi tidak pernah menyimpan kesedihan itu.

Jika ia sebuah cinta.....Ia tidak menyiksa..Namun senantiasa menguji...

JIka itu cintaIa seperti kupu-kupu. ..Tambah dikejar, tambah lari..Tapi kalau dibiarkan terbang.. Dia akan datang di saat kamu tidak mengharapkannya. .

Jika itu cinta..Aku seharusnya dapat melepaskannyaUntuk merelakannya..Berbahagia dengan yg lain..

Jika itu Cinta ..Maka cinta akan berharga ..kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya. .

Jika itu cinta..Bukan bagaimana menjadi pasangan yg sempurna...Tapi membiarkan kita menjadi diri sendiri.. Dan oleh karenanya kita menjadi sempurna..

Jika ia sebuah cinta...Ia tidak memaksa..Namun senantiasa berusaha..

Jika ia sebuah cinta.....Ia tidak cantik atau ganteng..Namun senantiasa menarik..

Jika ia cinta..Bukan karena kau cantik atau ganteng..Maka aku mencintaimu..Tapi karena aku mencintaimu..Maka kau selalu terlihat cantik dan ganteng..

Jika itu cinta..Ia akan mulai dengan senyuman, Tumbuh dalam pelukan Dan siap jika harus berakhir dengan airmata.

Jika itu cinta Ia tidak berkata, ini salah kami, Tapi maafkan aku. Bukan juga kamu dimana sih?, Tapi Aku disini. Tidak berkata Gimana sih kamu?Melainkan Aku mengerti kok. Bukan harusnya kamu gak kayak gini,Tapi aku cinta kamu seperti kamu apa adanya

Jika ia sebuah cinta.....Ia tidak datang dengan kata-kata..Namun senantiasa menghampiri dengan hati..

Jika itu cinta..Memang menyakitkan ketika aku tak dapat bersatu dengannyaTapi akan lebih menyakitkan lagi Apabila dia tidak tahu apa yang sesungguhnya kamu rasakan..

Jika ia sebuah cinta.....Ia tidak terucap dengan kata..Namun senantiasa hadir dengan sinar mata..

Jika itu cinta..Memang menyakitkan mencintai orang yang tidak mencintaimu. .Namun lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang.. Dan engkau tidak pernah punya keberanian untuk menyatakan cintamu padanya..

Jika ia sebuah cinta.....Ia tidak hanya berjanji..Namun senantiasa mencoba dan memenuhi..

Jika itu cinta..Maka itu hanya sekeping..Tidak seperti mata dan telinga..Yang hampir selalu berpasang pasangan..Karena Tuhan memberikan sekeping hati lainnya.. Pada seseorang untuk kita mencarinya, itulah Cinta.

Jika ia sebuah cinta.....Ia mungkin tidak suci..Namun senantiasa tulus..

Jika itu Cinta... Engkau masih bisa tersenyum ..Dan berkata aku turut berbahagia untukmu..Ketika dia memilih mencintai orang lain..

Jika ia sebuah Cinta.....Ia tidak hadir karena permintaan..Namun hadir karena ketentuan...

Jika itu Cinta Ia datang kepada orang yang masih punya harapan ..Walaupun ia pernah dikhianati..

Jika itu Cinta..Ia hadir kepada mereka yang masih percaya...Walaupun ia pernah dicampakkan. .

Jika itu Cinta..Ia tumbuh di hati mereka yang masih ingin mencintai..Walaupun ia pernah dihempaskan

JIka itu Cinta..Ia berkembang di relung hati ..Mereka yang punya keberanian dan keyakinan ..Untuk membangun kembali kepercayaan. .

Jika ia sebuah Cinta.....Ia tidak hadir dengan kekayaan dan kebendaan...Namun hadir karena pengorbanan dan kesetiaan...

Jika itu Cinta..Ia akan membiarkan orang yang kamu cintai ..Menjadi dirinya sendiri dan tidak merubahnya ..Menjadi gambaran yang kamu kehendaki..

~~YA TUHAN, ajarkan aku mencintai orang lain, walaupun dia sudah menyakiti bahkan memilih untuk tidak bersamaku. Ajarkan aku kasih seperti yg KAU ajarkan kepadaku di KAYU SALIB~~

Berkorban tapi tidak menuntut;Memberi tapi tidak memaksa;Mencintai tanpa pamrih;

MAMPUKAH AKU? MAMPUKAN AKU TUHAN..

Supaya dapat..Berkorban tapi tidak menuntut;Memberi tapi tidak memaksa;Mencintai tanpa pamrih;

I could stay stronger and stronger every day through living in Jesus Christ.~~PRAISE THE LORD~~

7%

Suatu ketika seorang manusia diberi kesempatan untuk berkomunikasi dengan Tuhannya dan berkata, “Tuhan ijinkan saya untuk dapat melihat seperti apakah Neraka dan Surga itu”.

Kemudian Tuhan membimbing manusia itu menuju ke dua buah pintu dan kemudian membiarkannya melihat ke dalam.

Di tengah ruangan terdapat sebuah meja bundar yang sangat besar, dan di tengahnya terdapat semangkok sup yang beraroma sangat lezat yang membuat manusia tersebut mengalir air liurnya. Meja tersebut dikelilingi orang-orang yang kurus yang tampak sangat kelaparan.

Orang-orang itu masing-masing memegang sebuah sendok yang terikat pada tangan masing-masing. Sendok tersebut cukup panjang untuk mencapai mangkok di tengah meja dan mengambil sup yang lezat tadi.

Tapi karena sendoknya terlalu panjang, mereka tidak dapat mencapai mulutnya dengan sendok tadi untuk memakan sup yang terambil. Si Manusia tadi merinding melihat penderitaan dan kesengsaraan yang dilihatnya dalam ruangan itu.

Tuhan berkata, “Kamu sudah melihat NERAKA”

Lalu mereka menuju ke pintu kedua yang ternyata berisi meja beserta sup dan orang-orang yang kondisinya persis sama dengan ruangan di pintu pertama. Perbedaannya, di dalam ruangan ini orang-orang tersebut berbadan sehat dan berisi dan mereka sangat bergembira di keliling meja tersebut.

Melihat keadaan ini si Manusia menjadi bingung dan berkata “Apa yang terjadi ? kenapa di ruangan yang kondisinya sama ini mereka terlihat lebih bergembira ?

”Tuhan kemudian menjelaskan, “Sangat sederhana, yang dibutuhkan hanyalah satu sifat baik”

"Perhatikan bahwa orang-orang ini dengan ikhlas menyuapi orang lain yang dapat dicapainya dengan sendok bergagang panjang, sedangkan di ruangan lain orang-orang yang serakah hanyalah memikirkan kebutuhan dirinya sendiri”.

Pada masa resesi ini tentu ada saudara, sanak famili, teman, tetangga yg terkena dampaknya (PHK, dst); mk berbagi 'sendok' yg anda punya sangat bermanfaat, mengurangi beban mereka.

Diperkirakan bahwa 93% penerima tidak akan memforward cerita ini. Bila anda termasuk sisa 7% yang akan memforwardnya, lakukanlah dengan memberi judul 7% pada titlenya.