Friday, June 17, 2011
Kehidupan
Suatu misteri terselubung di setiap bidang
Sekarang dan selamanya itu akan tetap
Hidup adalah angin berhembus dan berputar
Hidup adalah musim dingin dan musim panas
Pagi bahagia dan siang menangis
Hidup mencintai dan dicintai
Aku hidup, engkau Hidup, kita hidup bersama-sama
Kehidupan dan aku bermain siang dan malam
Di tengah bulan di tengah malam
Hidup dan aku menyanyi dalam semangat
Di bawah anugerahNya
Hidup membawa aku ketika aku sakit
Hidup ciuman selamat malam dan menyapa dengan senyum
Hidup ini sedih dan kesepian
Hidup ini jahat dan Hidup ini gembira
Hidup bagiku adalah seorang sahabat sejati
Aku hidup engkau hidup, ini hidup kita.
Tuesday, June 7, 2011
Want a great day?
Believe a great day
Think a great day
Pray a great day
Deserve a great day
Take God with you for a great day
Get going and make it great day
Sunday, May 29, 2011
Kita
Semburat pagi hijau keemasan
tangkai lemas dan dedaunan muda
terlalu muda untuk dipastikan
berpegangan erat dalam genggaman batu yang keras
yang memberikan bayangan pelindung
menggegam akar-akar rambut malaikat dengan lembut
mengalahkan hempasan angin
melembutkan rintik hujan
menjadi sebuah kejutan
bersembunyi dibalik batu yang tegar
gadis mengembangkan daunnya
menyesap air di bawah cahaya mentari pagi
diperkaya dengan intisari hidup sang lelaki
gadis itu tumbuh subur
dalam kehidupan yang ditawarkan sang lelaki
hingga menjadi kabur
siapa menyelamatkan siapa?
Kanopi sang gadis, kini adalah adalah atap di atas kepala sang lelaki
celah karang keras sang lelaki, adalah penopang sang gadis
Wednesday, December 1, 2010
SUARA HATI HAWA
Bila rindu nan kelabu
Menayang hati dan pikirku
Menggelitik alam bawah sadarku
Isi hatiku dengan senyummu
Biar bersinar mataku sendu
Biar berbinar gelakku rayu
Friday, October 1, 2010
Jakartaku
Udara pucat
angin bertiup lambai
Dua tiga tetes gerimis
menjelma menjadi guyuran
Dingin jua membekukan
Matahari seolah gugur
diganti indah senja temaran
Dan mata pun beranjak redup
Monday, December 14, 2009
HARAPAN AKAN KASIH DAN CINTA
Saat jendela kamar kecilku terbuka
Saat bunga-bunga mulai tengadah
Kurenungi arti geliat hidup
Kutatapi langkah-langkah yang penuh harapan
Harapan akan Kasih dan Cinta
Kasih dan Cinta yang tulus dan suci
Seolah menyuguhkan menu seribu samudra
Dan jujur aku ingin mencicipinya
Merengkuhnya adalah satu harapan
Menemukan arti kesetiaan dan ketulusan
Dari wajah asing yang seolah kukenal sepanjang zaman
Memenuhi bilik-bilik hati penuh kasmaran
Darinya akan kutemukan arti kehidupan
Mengisi hari-hari penuh makna
Yang penuh suka duka
Benarkah aku berdiri diantara indahnya Kasih dan Cinta?
Lambat namun pasti mengerti
Arti Cinta sesungguhnya
Makna Kasih diantara altar dan singgasana
Atau sayang dalam dekapan
Saat harapan terpenuhi
Kasih dan Cinta akan berpadu
Dipelihara agar tetap hidup
Hingga semuanya damai dan penuh makna
Terima kasih Tuhan atas semua KaruniaMu
Engkau mengajari kami untuk memahami arti cinta
Memahami arti Kasih dan Sayang yang sesungguhnya
Biarlah Engkau selalu Dipermuliakan
Monday, December 7, 2009
PESONA MASA KECIL
Larutkanku dalam buaian nostalgia
Akan indahnya pesona masa kecil
Masa dimana aku hanya bisa bermain, tertawa dan bernyanyi
Mengisi hari yang tak pernah sepi
Teringat suatu sore
Kala kami bermain gerimis
Berlari di atas genangan
Berkecipak air
Tawa kami ada di awang-awang
Bahagia jelas terpancar
Dalam kepolosan sikap,
Dalam keceriaan canda kami
Tak terasa segalanya cepat berlalu
Semua seolah usai
Hanya tinggal kenangan
Kurindu masa kecilku
Wednesday, November 18, 2009
SI BURUNG SOBAT KECILKU
Kala itu di belakang rumah ia kerap muncul
Berjaga mengawal malam
Hinggap di satu ranting pohon kecil pavoritnya
Dari jauh terlihat seperti daun menghijau
Meringkuk tenang dan nyaman
Kumendekat dan menatapnya
Ia bergeming dan kaku
Dari dekat ia terlihat rupawan
Indah hijau kekuningan
Mata sendu bergetar mohon perlindungan
Tanganku terulur meraih
Ia meringkuk pasrah
Bulu halus menggelitik jemarikku
Kugenggam lembut
Ia makin meringkuk nyaman
Kumenari-nari penuh ria
mengelus memanjakannya
Ia senang sedikit mengepak-ngepak
Oh, ia bergetar lemah lunglai
tak sanggup tuk terbang
Ia sakit... butuh makan
Untuk bisa terbang
Dimanakah induknya?
Apakah ia hewan peliharaan yang kabur?
Mengapa ada di sini?
Dalam sangkar kecil kuberi ia makan
Oh kicauannya nyaring dan indah
Mengepak dengan lembut
Matanya menyorotiku penuh arti
Seakan berucap terimakasih
Ketika pagi, sangkar terlihat kosong
Ia terbang tanpa jejak
Hatiku penuh
Hai dimanakah kau burung kecil?
Besok datang lagi ya sobat!
Thursday, November 5, 2009
NYANYIAN TEGAR
Awan putih menghiasi langit biru
Satu rasa mulai terungkap
terkuak dari sorot mata yang asing
Gerak gesit yang manis
terus terbayang dihati yang resah
tidak terganti yang baru
kusetia menunggu untuk dirimu
Malam penuh bintang memancarkan sinar
Hati penuh kasih dengan suatu harapan
Haruskah aku tertawa menangis untuk dirimu
Memuja dan dan seolah merasakan manismu
Kumau sanggup bertahan dan tegar
Sinar pelangi menyatu dengan asaku
Menanti kasih yang akan tiba
Tuk bersama datang padaNya
Wednesday, March 18, 2009
Hari tanpa risau
Aku menjadi terbata-bata, bertanya
Apakah hari ini bisa dilalui tanpa risau?
Tanpa kata memecah telinga?
Isi kepala teraduk-aduk
Oleh teriakan-teriakan kecil rumah bertumpuk
Oleh ketidakadilan tak berujung
terlebih musibah yang menggerogoti bawah langit
Ada wajah-wajah tengadah penuh harap
Ada bening air mata yang tak tertahankan
Ada langkah-langkah resah tanpa tujuan
Bahkan tawa tembaga penuh ketulusan
Kegelian dan kengerian adalah bumbu
Yang harus ditelan dan direndam
Sebab dalam masa-masa sukar
Terlihat pribadi yang sebenarnya
Biarlah setapak demi setapak kaki tetap dijejakkan
memberi pijakan untuk terus berdedang
Siapapun takkan pernah tahu jaring esok kehidupan
Bahkan mungkin engkau, aku apalagi mereka
Menemukan jalan terang adalah tujuan
Bukanlah hal yang mudah melakukannya
Memberi arti dan makna pada detik-detik
Tidaklah semudah mengeja kata-kata dalam sejarah
Namun aku terus coba mengerti
Tentang apapun yang mungkin akan kulewati
Tentang apapun yang menjadi kehendakNya
Karena senja itu pasti
sampai Tuhan memanggilku
Monday, March 16, 2009
BUNDA
Getar jiwaku tak terbendung
Kala mengenang timangan
Mengusung kembali buaian dalam rahimmu
Yang lembut dan penuh kedamaian
Masih kuingat senyummu
Rapuh ditelan dinginnya malam
Membendung dingin yang menyusupi kulit lembutku
Merah sunyi tanpa mata
Senyum perakmu
Menghiasi ayunan-ayunanku
Sinar matamu mengingatkanku pada kelembutan
Keabadian yang tak berujung yang tak bertepi
Air mata kadang mengguncangku
Saat kau rebahkan tubuh mungilku
Di pembaringan beralas kasur
Disaput hembusan nafas samudaramu
Kukenali kasih dan cintamu
Dalam setiap lembut belaian keringatmu
Selentik jemari penari-penari kayangan
Seindah nada denting dalam sunyi malam
Bunda……
Kini semua seolah usai
Saat lautan memisahkan
Memenjarakan dalam kenyataan
Jauh darimu adalah saat tak terbayangkan
Tiada sungai berair jernih
Kesejukan alam seolah hilang
Hangus ditelan nyanyian-nyanyian debu trotoar
Ditelan deru bus kota dan kemacetan
Namun terus melangkah adalah keharusan
Mengenang senyum perak Bunda adalah kebahagiaan
Menjaga degub jantungkasih dan sayang adalah kesetiaan
Melukis dengan tinta emas dan warna pelangi adalah tujuankeabadiaan
Aku ingin menyampaikan padamu
Tentang langkah yang kuayunkan
Tentang nilai yang kupertahankan
Sebab masih terngiang suara nyiur kampung halaman
Bunda……
Aku akan datang memenuhi harapanmu
Memenuhi bilik-bilik hati penuh rindu
Menemukan kembali arti kesetiaan dan ketulusan
Dari wajah yang kukenang sepanjang zaman
Terima kasih Bunda untuk cinta dan segalanya
Engkau mengingatkanku memahami arti cinta
Doaku menyertai setiap langkah hidupmu
Hingga semuanya damai dan penuh makna
“Kupersembahkan ini untuk Bunda, saudara dan semua teman-temanku terutama teman-teman yang jauh dari sang Bunda.”
Monday, December 15, 2008
Harapan masih ada
Kegembiraan ini karenamu
Semangat ini karenamu
Senyum ini karenamu
Airmata ini karenamu
Kesedihan ini karenamu
Kepedihan ini karenamu
Kemurungan ini karenamu
Apa lagi yang harus kulakukan
Apalagi yang harus kuinginkan
Apalagi yang harus kukatakan
Apalagi yang harus kurencanakan
Tidak ingin semua berlalu
Tidak ingin lenyap dalam sekejab
Tidak ingin hilang tanpa jejak
Dan sirna di telan bumi
Sulit diterima
Sulit dilupakan
Sulit dienyahkan
Sulit ditepis
Namun harapan masih ada
Keyakinan masih teguh
Ketegaran masih kuat
Untuk berserah padaNya
Tuesday, November 25, 2008
Salam kepada semua
Salam kepada terangnya siang
Salam kepada dinginnya pagi
Dan salam kepada hari yang tercipta
Salam kepada sang kekasih sejati
Salam kepada papa dan mama
Salam kepada kakak dan adik
Dan salam kepada semua saudara
Salam kepada marga simanjuntak
Salam kepada marga hutapea
Salam kepada marga apa ya...
Dan salam kepada semua marga
Salam kepada mereka yang sakit
Salam kepada mereka yang lemah
Salam kepada mereka yang rapuh
Dan salam kepada semua yang kondisinya kurang menyenangkan
Salam kepada mereka yang lemah lembut
Salam kepada mereka berwajah manis
Salam kepada mereka berwajah kurang manis
Dan salam kepada semua jenis wajah
Salam kepada para gelandangan
Salam kepada para pengemis jalanan
Salam kepada mereka yang tinggal digubuk reyot
Salam kepada semua yang berkekurangan
Salam kepada mereka yang putus asa
Salam kepada mereka yang berbeban berat
Salam kepada mereka yang berduka
Dan salam kepada semua yang dalam pergumulan
Salam kepada mereka berwajah dingin dan kaku
Salam kepada mereka yang punya ego tinggi
Salam kepada mereka berwajah serem
Dan salam kepada semua dengan berbagai ekspresi
Salam kepada mereka yang jatuh cinta
Salam kepada mereka yang hatinya berbung-bunga
Salam kepada mereka yang kangen berat
Dan salam kepada mereka yang merasakan indahnya jatuh cinta
Salam kepada mereka yang masih single
Salam kepada mereka yang patah hati
Salam kepada mereka bertepuk sebelah tangan
Dan salam kepada mereka yang mendambakan cinta sejati
Salam kepada para pembaca
Salam kepada para blogger
Salam kepada umat percaya
Dan salam kepada semua mahluk ciptaanNya
"Tuhan memberkati kita semua".
Thursday, September 18, 2008
Pengamen Cilik
Pengamen cilik muncul lagi
Menggendong sobat kecilnya
Si gitar butut
Wajah mungil kaku tanpa makna
Sorot mata menyala
Ada keengganan
Ada ketakutan
Sunggingan pasrah mulai bergulir
Seiring koar-koar yang menggugah
Memenuhi bilik-bilik hati
Memenuhi pikiran
Jemari mungil menari-nari
Alunan indah bergema
Nyaring menghentak ria
Menghempas ruang-ruang
Dimatanya ada harapan
Harapan akan lambaian
Lambaian untuk sesuap nasi
Lambaian untuk bertahan hidup
Akankah lambaian koin akan ada?
Atau malah lambain kertas?
Atau malah lambaian kosong?
Ada bisikan doa untukmu sobat!