Showing posts with label HKBP Jatiwaringin. Show all posts
Showing posts with label HKBP Jatiwaringin. Show all posts

Sunday, March 21, 2010

IMAN PASTI MENANG TERHADAP UJIAN

Renungan Warta Jemaat HKBP Jatiwaringin
Minggu Judika, 21 Maret 2010
Epistel: Roma 3 : 21-26
Kotbah: Kejadian 22: 9-14
Oleh: Pdt. MM. Siahaan

Nats ini sudah tidak sing lagi bagi kita, karena sejak Sekolah Minggu kita sudah mendengar cerita ini. Namun jika dibaca secara sekilas, mungkin akan muncul suatu pertanyaan di alam diri kita; seolah-olaah hal ini bertentangan dengan janji Allah sendiri. Allah menjanjikan keturunan dari Ishak seebagaai pewaris ketturunan Abaraham, mengapa dia harus dikorbankan? Masa sampai hati Abraham mengorbankan anaknya? Namun jika kita mendalami panggilan Abraham dari Ur-Kasdim (Mesopotania) sampai dijanjikan ketturunan, ternyata nast ini adalah suatu ujian yang sangat berat atau ujian yang tertinggi yang ddihadapi oleh Abraham terhadap kesetiaannya pada Tuhan. Sebeenarnya ini menandakan bahwa Abraham mempunyai hubungan erat dengan Allah, sampai dia mempersembahkan Ishak anak satu-satunya. Hal ini dapat dilihat dalam kehidupan Abraaham adalah "Iman yang sejati", dia merespon pangggilannya dengan suatu keyakinan, memiliki pengharapan terhadap pimpinan Allah dan percaaaya dengan janji Allah.
Kalau peristiwa ini diperhadapkan dengan kehidupan kita, mungkin sulit kita memberi atau mengorbankan yang paling berharga dalam hidup kita. Atau jangan-jangan kita ragu-ragu, jangan-jangan tidak ada apa-apanya. Di zaman seperti ini sebenarnya kita harus memiliki iman seperti Abaraham. Benar bahwa iman itu harus diuji, supaya tidak nampak kepalsuan atau kepura-puraan, melainkan terlihat iman yang murni atau sejati. Benarlah apa yang dikatakan oleh Paulus.."keteguhan iman dalam Kristus" (Kolose 2:5). Artinya meskipun ujian terhadap iman kita selalu menggerogoti kita, namun kita tampil sebagai pemenang(bandd. Ayub, dia menang terhadap penderitaan yang dia hadapi).
Di sisi lain yang biasa kita lihat dari nats ini adalah pribadi seorang Ishak sebagai seorang pribadi yang taat dan tidak bersungut-sungut kepada kelakuan bapaknya. Secara manusiawi wajar jika Ishak meronta-ronta attau melarikan diri dari rerncana tersebut, namun dia memiliki hati yang tenang dan jiwa yang berkorban. Pantaslaah Allah menjadikan dia pewaris isttimewa pada keluarganya. Pengorbana Ishak sebagai Anak Tunggal Allah untuk mendamaikan dan menyelamatkan umat manusia.
Oleh karena itu, apa arti teks ini dalam kehidupan kita seebagai gereja atau orang-orang Kristen di dunia ini? Pertama: Lambat atau cepat, mau tidak mau, semua orang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus pasti menghadapi ujian iman sesuai dengan keadaanya. Dan semua itu adalah untuk menuntut dan memantapkan iman percaya kita kepaNya. Kedua: Seberat dan setingi apapun ujian yang kita hadapi, namun jika kita memiliki iman yang sejati kepadaNya kita pasti menang. Ketiga: Iman yang kita miliki hendaklah kita memanfatkan untuk menolong dan memenangkan orang lain kepada Kristus. Keempat: Gereeeja atau orangg Kristen harus menjadi panutan dalam iman. Artinya disettiap tindakan, sikap dan seluruh gerak kehidupan ini, orang Kristen mesti menunjukkan keteladanan dalam iman.

Wednesday, December 23, 2009

PERAYAAN NATAL HKBP JATIWARINGIN 2009


Sesuai kelender Almanak HKBP, minggu ini adalah minggu menyambut kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Sukacita dan semarak dalam merayakan kelahiran sang Juruselamat sudah terlihat diberbagai tempat tak terkecuali Gereja HKBP Jatiwaringin. Dalam menyambut perayaan natal, sejak awal Oktober, HKBP Jatiwarigin sudah membentuk Panitia Natal yang secara khusus diserahkan kepada Seksi Parompuan (Ina Selasa, Ina Ester dan Ina Hanna). Untuk mempersiapkan perayaan Natal, sejak akhir November hingga minggu ketiga Desember, panitia sudah menerbitkan bulletin Natal sebagai media informasi, ‘Gembala Betlehem’ sebanyak lima edisi, yang menjelaskan tentang makna Advent, makna Natal, jadwal perayaan natal, laporan keuangan dan ucapan-ucapan selamat Advent/Natal/Tahun baru. Dan tentunya untuk semakin mensukseskan perayaan Natal HKBP Jatiwaringin yaitu, Pesta Perayaan Natal Umum, Natal I Ibadah Khusus Muda/i, Tahun Baru, Natal Kategorial ASM dan NHKBP, segenap Parhalado dan Panitia Natal mengharapkan dukungan dari setiap jemaat dalam bentuk amplop ucapan syukur yang dipersembahkan setiap minggunya di gereja. Setiap seksi yang sudah terpilih, sejak akhir November sudah terlihat sibuk, baik dibagian musik/koor, acara, dana ataupun konsumsi. Sementara itu, seksi Perlengkapan/Dekorasi mulai beraksi, jika pada Minggu sebelum Advent, Altar dan ruangan gereja HKBP Jatiwaringin hanya dihiasi bunga-bunga, namun sejak Minggu advent II sudah dipasang berbagai aksesoris dan pernak pernik Natal di ruangan gereja dan juga Pohon Natal setinggi lima meter yang kali ini letaknya sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelummya. Pohon Natal kali ini berdiri di sebelah kanan altar gereja tanpa bangunan sopo-sopo(Gubuk kecil) seperti tahun lalu. Biar bagaimana pun, ini semakin menambah keyakinan kita, bahwa dipandang dari sudut/arah mana pun Altar dan ruangan gereja HKBP Jatiwaringin tetaplah indah dan menawan, sedangkan dibagian luar gereja dekorasi tenda warna merah dan hijau sudah dipasang, sungguh indah dan menarik kelihatan, kursi-kursi sudah ditata dengan apik yang disediakan untuk para jemaat yang tidak kebagian tempat duduk di dalam gereja karena saking membludaknya. Inilah bentuk sukacita kita dalam merayakan Kelahiran Tuhan Yesus.

Perayaan Natal Anak Sekolah Minggu sudah diadakan lebih awal, yaitu pada minggu I dan II bulan Desember yang mengambil tema: “Aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau, bermazmur bagi namaMu, yang Mahatinggi” (Mazmur 9:3). Sedangkan perayaan Natal Gabungan Muda/i juga sudah diadakan pada hari sabtu lalu, yang mengambil tema: “God give us all we need, so lets up give to others in their need” (Lukas 2 : 29-30). Untuk perayaan Natal umum tahun ini, berdasarkan motto Tahun Diakonia: “Sejahtera Desa - Sejahtera Kota, Sejahtera Masyarakat - Sejahtera Negara, Sejahtera Jemaat - Sejahtera Gereja”, maka perayaan Natal HKBP Jatiwaringin tahun Diakonia mengambil tema: “Kita mengasihi, karena Allah lebih dulu mengasihi kita” (1 Yohanes 4:19). Ibadah malam Natal, Kamis, 24 Desember 2009, akan dilaksanakan 3x kebaktian, sedangkan pada pesta Perayaan Natal umum I, Jumat, 25 Desember 2009, dilaksanakan 3x kebaktian, dengan menggunakan tata ibadah bahasa Batak 2x dan bahasa Indonesia 1x. Dan sementara itu, untuk pertama kalinya Ibadah Khusus muda/i juga mengadakan pesta perayaan Natal I tambah Perjamuan Kudus, dengan mengambil tema: “Sukacita Natal bagi semua” (Lukas 2 :15-20). *Yang membedakan pesta Natal I tahun ini dibanding pesta natal Natal I tahun-tahun sebelumnya adalah, bahwa sebelum Perjamuan Kudus, panitia akan membagikan suguhan gurih bagi jemaat, yaitu satu potong roti/kue+aqua sebagai penambah daya tahan tubuh (*Perlu ga sih ini ditulis? hehehe..). Pada pesta Natal II, 26 Desember, 2009, ibadah hanya sekali, yaitu Ibadah Natal Gabungan dan Diakonia, yang dihadiri oleh seluruh jemaat HKBP Jatiwaringin dan Parserakan. Dalam Ibadah ini, akan ada kesaksian pujian dari ASM, Pelajar Sidi/Remaja/NHKBP, Seksi Parompuan, Seksi Ama, Punguan lansia, Gabungan Koor wijk 1,2,3,5,7,8,10 dan 14, Gabugan Koor Wijk 4,6,9,11,12,13 dan 15. Dan untuk semakin menambah sukacita Natal buat kita, Seksi parompuan juga akan menyuguhkan pertujukan menarik dengan adegan drama bernuansa Natal yang berlangsung lima babak.

Kiranya Pesta Perayaan Natal HKBP Jatiwaringin berjalan dengan baik dan hikmat. Mari kita bersukacita merayakan kelahiran Tuhan Yesus Kristus, bernyanyi dan bersorak bagi Dia yang telah lahir dan mati dan bangkit untuk menebus segala dosa dan kesalahan kita. Kemeriahan dan semarak sejenak bukanlah hal utama yang dinginkan olehNya tapi sikap dan perbuatan kita dihadapaNya, sudahkah sesuai dengan apa yang diinginkanNya? Marilah kita menjadi sahabatNya yang baik dan membuatNya tersenyum, setia dan taat padaNya, peduli, berbagi kasih, melayani kepadaNya dan kepada sesama sesuai tema Natal dan tema dan mottoTahun Diakonia 2009.

Terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Seksi Parompuan yang begitu semangat dan gigihnya mensukseskan parayaan Natal HKBP Jatiwaringin, kiranya semangat dan kebersamaan inang tidak sampai disini saja, tapi akan terus berlanjut sampai tahun-tahun berikutnya, dan ini akan menjadi contoh dan pembelajaran bagi kami sebagai kaum muda.

Selamat merayakan hari Natal. Tuhan Yesus memberkati.

Sunday, December 13, 2009

RENUNGAN IBSUS HKBP JATIWARINGIN


Renungan Buletin Ibadah Khusus HKBP Jatiwaringin

Minggu Advent III, 13 Desember 2009

Pengkotbah; pdt. Maria br. Tampubolon, S.th

Liturgis: St. Ny. Hutabarat

Epistel: 2 Tesalonika 2 : 13-17

Evangelium: Lukas 13 : 23-30


Hidup ini adalah kesempatan kita untuk menjadi orang-orang pilihanNya, marilah berusaha untuk menjadi orang pilihan itu, karena waktunya makin dekat dan kita tidak tahu kapan Tuhan itu datang kembali.

Masih ingatkah kita akan lagu Sekolah Minggu yang mungkin pernah kita nyanyikan waktu kita duduk di Sekolah Minggu? Lagu itu mengatakan: Di dalam dunia ada dua jalan, lebar dan sempit, mana kau pilih? Yang lebar api, jiwamu mati, tapi yang sempit, Tuhan berkati”. Lagu ini menggambarkan bentuk keselamatan yang kita terima pada akhir zaman nanti, masa dimana Tuhan akan datang kedua kalinya ke dalam dunia untuk membawa orang-orang pilihanNya, turut serta masuk dalam Kerajaan Sorga. Jalan yang lebar menggambarkan Neraka, tempat dimana orang-orang yang tidak setia kepada Tuhan akan hidup dalam penderitaan kekal, dan jalan yang sempit menggambarkan Sorga, tempat dimana Tuhan bertahta bersama orang-orang yang setia dalam hidupnya menjalani kehendakNya. Aneh memang, kok malah jalan yang sempit dipakai untuk menjadi jalan memperoleh keselamatan?

Nyanyian Sekolah minggu ini erat kaitannya dengan nats Firman Tuhan hari ini, dimana dalam nats hari ini kita melihat Tuhan Yesus yang memberikan perumpamaan untuk menjawab pertanyaan seseorang tentang siapa yang dapat diselamatkan. Dan Injil Lukas menulis, bahwa Tuhan Yesus menyatakan agar setiap orang berjuang utuk masuk melalui pintu yang sesak, yang akan membawa setiap orang menerima keselamatan. Pintu yang sesak(sempit) menggambarkan bahwa tidak sembarangan orang dapat menerima keselamatan itu, tetapi hanya orang-orang pilihan yang berkenan di hati Tuhan yang bisa masuk dan hidup di dalam Kerajaan Sorga.

Lalu bagaimana menjadi orang-orang pilihan itu? Menjadi orang-orang pilihan yang akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga hanyalah yang hatinya murni dan setia kepada Allah, wujud dari hati yang murni dan setia kepada Allah itu adalah bagaimana kita menjauhkan diri dari keinginan daging dan melakukan buah-buah Roh yang tertulis dalam kiab Galitia 5, disitu tertuang sikap-sikap yang tidak dikehendaki Tuhan yang menjadi keinginan daging dan sikap yang berkenan di hati Tuhan yang menjadi buah-buah Roh. Ketika kita dapat menjauhi keinginan daging dan hidup dengan mempraktekkan buah-buah Roh sampai akhir hidup kita, maka pada saat kedatanganNya kelak, kita dapat menjadi orang-orang pilihanNya, karena jika waktunya sudah tiba nanti, tidak ada lagi kesempatan untuk kita dapat menjadi orang-orang pilihan Tuhan. Pada kedatanganNya nanti, kita akan diadili dan menerima bagian kita sesuai kehidupan kita semasa kita hidup.

Jadi saat ini masih ada kesempatan buat kita untuk bertobat dan mengambil jalan untuk melakukan kehendak Tuhan yaitu hidup dalam buah-buah Roh. Marilah kita berusaha mengejar keselamatan itu dengan hidup berkenan kepada Tuhan. Rajin beribadah, rajin ikut pelayanan, rajin membantu sesama yang susah, tidak jaminan kita menjadi orang pilihanNya, tetapi hanya dengan melakukan buah-buah Roh kita dapat masuk ke dalam “pintu yang sempit itu”.

Sunday, October 18, 2009

Tugas panggilan Tuhan

Buletin Ibadah khusus HKBP Jatiwaringin

Minggu, 18 Oktober 2009

Pengkotbah: Pdt. Maria br. Tampubolon, S.th

Liturgis: St. B. Panggabean

Epistel: 2 Timotius 4:1-5

Evangelium: Keluaran 4:10-17

Minggu XIX Setelah Trinitatis



“Kerjakan apa yang menjadi panggilan Tuhan dalam hidupmu, percayalah pasti Tuhan akan memampuka dan menyertai.”


Horas!!! Setelah dua minggu kita lalui, akhirnya Ibsus kembali berjalan untuk melayani jemaat karena pada minggu lalu gereja kita mengadakan kegiatan pesta Diakonia yang meniadakan pelaksanaan Ibsus, karena pesta digelar dari pagi hingga sore hari. Pesta diakonia HKBP Jatiwaringin telah usai dan dari pesa itu telah terkumpul dana ratusan juta rupiah yang nantinya akan digunakan untuk memberikan pelayanan kepada jemaat yang memiliki kehidupan perekonomian di bawah standar, yang pemanfaaannya dikelola oleh Komisi Pemberdayaan Jemaat Ekonomi Lemah (KPJEL) yang juga diresmikan saat pesta diakonia minggu lalu. Kita bersyukur gereja kita mampu menjalankan pelayanan diakonia berbasis kepada jemaat. ini wujud kita menjawab panggilan Tuhan kepada setiap orang percaya untuk melakukan diakonia.


Berbicara soal panggilan, sebenarnya Tuhan memanggil setiap umatNya untuk melakukan pekerjaan, pekerjaan yang Dia percayakan kepada kita masing-masing. Mungkin beberapa orang akan berpikir “ah, panggilan itu kan cuma berlaku bagi para Tuhan, kita-kita ini orang awam tidak termasuk”. Pernyataan ini salah besar, karena itu diberikan tanpa memandang latar belakang kita. Tuhan memberikan kita pekerjaan bukan hanya berlaku di gereja tetapi ketika kita berada di kantor, sekolah, kampus dan tentunya rumah kita. Jika kita menjadi seorang pelayan di gereja, itu adalah panggilan, jika kita menjadi seorang karyawan? pelajar? mahasiswa, ini juga sebuah panggilan dan jika kita ditempatkan di keluarga sebagai anak atau orangtua, ini juga panggilan. Lalu apa yang harus kita lakukan? Tentunya kita harus meresponi panggilan itu dengan memenuhi panggilan itu dengan baik, karena itu adalah perkara yang Tuhan percayakan kepada kita. Mungkin kita pernah merasa tidak mampu menjalani pekerjaan atau tugas yang Tuhan percayakan kepada kita di suatu lingkungan, kita sudah merasa tidak mampu melakukannya. Namun hari ini Firman Tuhan mengingatkan bahwa Tuhan kita bukan Tuhan yang sembarangan dalam mengutus umatNya dalam mengutus, Ia akan memberikan kita kemampuan untuk menjalankannya. Jadi kalau kita melakukan suatu tugas atau mengemban rencana yang kita yakini telah menjadi pemberian Tuhan kepada kita, maka marilah kita jalani dengan baik dan percayalah bahwa Tuhan akan menyertai.


Hal ini menarik kita lihat dalam nats kotbah hari ini, dimana Musa mengaku bahwa dirinya tidak memiliki kemampuan untuk menjalankan tugas yang Tuhan percayakan kepadanya, bahkan ia meminta supaya Harun saja, yang dimatanya memiliki kemampuan berbicara. Namun Tuhan menolak dan menjanjikan kemampuan dalam menjalankan panggilannya. Tak hanya kemampuan yang diberikanNya, tapi Tuhan juga hadirkan orang lain untuk kita dapat memenuhi setiap panggilan Allah dalam hidup kita, sebagaimana Tuhan meminta Harun untuk membantu Musa.

Lalu, apa panggilan Tuhan dalam hidup kita? Penuhilah dan kerjakanlah panggilan itu dengan baik dan sukacita, baik itu di gereja/kator/kampus dan masyarakat. Dan jadilah hambaNya yang setia. Selamat beribadah. Tuhanta mandongani hita sude. (NN)

Sunday, September 27, 2009

Berbagi Kasih


Renungan Warta Jemaat
HKBP Jatiwaringin Ressort Jatiwaringin
Minggu: XVI Dung Trinitatis
Tanggal; 27 September 2009
Epistel; Filipi 2: 1-11
Evangelium: Rut 2: 8-16
By: Pdt. M. Nababan


Sesuai dengan tahun diakonia yang sedang kita geluti, di depan gereja ini terpampang beberapa spanduk, salah satunya bertuliskan: "Mari kita memperdayakan mereka". Menyikapi tulisan di spanduk itu, sekaligus menggeluti tahun diakonia, mungkin kita akan menyampaikan berbagai respon. Mungkin ada yang menyatakan, “Wah… Gereja Jatiwaringin punya terobosan baru”, Atau mungkin ada yasng mengatakan “setiap ada kegiatan di dalam di HKBP, selalu ada kutipan uang”. Apapun respon kita, sebaiknya dimotivasi oleh rasa takut kepada Allah.

Terobosan untuk memberdayakan sesama seiman yang status sosialnya adalah ekonomi lemah, fakir miskin, ataupun yang terlantar, adalah tugas gereja atau tugas kita bersama dengan kontiniu serta berkualitas yang dimotivasi oleh ketaatan dan iman kepada Tuhan Allah, sebagaimana dijelaskan di nats ini. Di dalam nats ini dijelaskan 2 tokoh yang sering disebut sebagai patron yang baik dalam hidup kita, yaitu Boas dan Rut.

Boas adalah salah seorang petani kaya reaya di bangsa Israel, ia mempunyai banyak pekerja di ladang pada konteks panen raya. Adakah di antara kita yang takut akan Tuhan di dalam berbagai potensi yang dimiliki selalu mengupayakan pemberdayaan orang lemah, fakir miskin, orang asing da pengangguran? (band Ayat 8-9; 11-12; 15-16). Di sisi lain, Rut adalah kalangan anggota jemaat, masyarakat marginal, ekomi lemah, sekaligus janda muda miskin, namunhidup proaktif, optimis serta takut akan Tuhan. Ia mengaku bahwa ia sungguh-sungguh mendapat belas kasihan, penghiburan serta mendapt ketenangan hati.

Merespon nats ini, kita perlu merenungkan sejenak, siapakah status kita? Kalau saya berstatus Boas, apakah saya tulus, iklas tanpa pamrih membuka peluang memberdayakan kaum marginal? Bukankah lebih baik dimotivasi pengenalan akan kasih karunia Tuhan, sehingga merasa berhutang kepada Tuhan kalau tidak menjadi saluran berkat? Kalau saya jadi Rut, apakah saya proaktif, disiplin bekerja yang benar menekuni pekerjaan yang amat hina tetapi kudus di mata Tuhan? Walaupun di dunia ini semakin banyak orang serakah, egoistis, tak perduli terhadap sesama, dan semakin banyak yang kehilangan arah dalam hidupnya( band. ayat 2:3) akan tetapi sebagai umat Tuhan, kita harus tampil beda. Terpanggil berbagi kasih karena kita telah dikasihi Tuhan dan sedang dikasihi Tuhan. Amin

Sunday, August 30, 2009

Janji berkat dari Tuhan

Renungan Buletin
Ibadah Khusus HKBP Jatiwaringan
Minggu XII Setelah Trinitatis
30 Agustus 2009
Epistel: Galatia 4: 22-28
Evangelium: Kejadian 17 :15-27
Pengkotbah: Pdt. M. Nababan, S.Th.
Liturgis: St. S. Marbun


"Janji berkat yang manis: 'kau tak kulupakan'; tak terombang ambing lagi jiwaku, walau lembah hidupku penuh awan, nantikan cerahlah langit diatasku”. Apakah kita ada yang mengetahui penggalan kalimat di atas? Ya, itu merupkan penggalan kalimat lagu yang terdapat dalam buku NKB (Nyanyian Kidung Baru), yang juga akan kita nyanyikan dalam Ibsus hari ini. Penggalan lagu tersebut adalah gambaran pesan Tuhan yang akan disampaikan lewat Firman hari ini, dimana hari ini, Tuhan mengingatkan kita bahwa janjiNya untuk memberkati kita adalah pasti. Hari ini kita dibukakan tentang kisah Nabi Abraham, dimana Allah menjanjikan dia memiliki seorang anak dari isterinya yang bernama Sara. Satu yang mengusik Abraham ketika Allah menyatakan janjiNya kepada Abraham kala itu adalah, bahwa tidak mungkin Sara dapat melahirkan karena sudah sembilan puluh tahun kala itu, namun bagi Allah tiada yang mustahil, dan Allah mengaruniakan kepada Abraham seorang anak bernama Ishak.

Janji Allah mengaruniakan anak kepada Abraham ini adalah upaya Allah menggenapi janjiNya untuk membuat keturunan yang banyak bagi Abraham (maka oleh karena itu, Abraham disebut bapa segala bangsa). Yang bisa kita petik dari cerita di atas adalah, bahwa setiap kita umat ciptaanNya sudah dijanjikan Allah untuk diberkatiNya, berkat dalam kehidupan untuk menemani perjalanan hidup kita. Yang jadi permasalahan adalah bagaimana kepercayaan kita kepada Allah, bahwa Dia memberkati hidup kita? Ada banyak umat Tuhan yang hari-hari mengeluh karena merasa hidupnya tak berarti, kehidupan sulit , bahkan sampi merasa Tuhan sepertinya jauh. Dalam hal ini kita harus mengingat lagi kepada janji Allah, bahwa Dia adalah Allah yang setia, kalau Dia berjanji, janjiNya pasti digenapi. Perlu kita ingat, janji Allah kepada Abraham dalam kejadian 17:7, bahwa Allah pun akan memegang janji berkatNya untuk seluruh keturunan Abraham, bukan untuk diri Abraham saja.

Abraham adalah bapa segala banga, oleh karena kita yang hidup pada jaman sekarang juga disebut sebagai keturunan Abraham. Jadi janji berkat dari Tuhan pun berlaku bagi kita. Jadi kenapa kita begitu susah dan gelisah bahkan kuatir dala hidup ini, karena ada Allah yang setia, yang setia, yang siap memberkati kita. Satu hal yang juga perlu kita ingat, bahwa dalam menggapai berkat Allah, kita juga mesti setia kepada Dia, setia berarti mengikuti segala perintahNya. Apapun yang Allah minta, Abraham selalu melakukan tanpa bertanya dulu untuk apa dan kenapa. Marilah kita setia kepada Allah, agar janjiNya digenapi bagi kita.

Thursday, December 25, 2008

merry chirstmas Pictures, Images and Photos

Doa dan Introitus HKBP Jatiwaringin 25 Desember 2008


Seorang Anak telah lahir untuk kita, seorang Putera telah diberikan untuk kita, lambang pemerintahan ada di atas bahuNya, dan namaNya disebut orang: Penasehat Ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang kekal, Raja Damai.
Mari kita ceritakan kemuliaanNya di antara bangsa-bangsa. Dan perbuatan-perbuatanNya yang ajaib di antara suku-suku bangsa. Sujudlah menyembah Tuhan dengan berhiaskan kekudusan. Gemetarlah dihadapanNya, hai segenap bumi. Sembahlah Dia, Sang Raja Maha Mulia.
Ya Tuhan Allah, Bapa kami yang di surga! Kami bersyukur kepadaMu oleh karena KasihMu kepada kami orang berdosa yang hina ini. Engkau tidak membiarkan kami terpuruk dalam kehampaan, dalam kesengsaraan dan dalam keputusasaan. Engkau telah mengutus PutraMu yang tunggal ke dunia ini untuk memulihkan kehidupan serta mengangkat kami dari dosa dan kematian kekal selamanya. Ya Yesus Kristus, hati kami meluap penuh syukur, Engkau merendahkan diriMu serendah-rendahNya, Sehingga Engkau berkenan tinggal serumah dengan kami, sepenanggungan sependeritaan dengan kami yang tercela ini, dan menjadi kaya oleh karena kemiskinanMu yang setia, sehingga kami menjadi pewaris kehidupan yang kekal untuk selama-lamanya.

Friday, December 19, 2008

Perayaan Natal HKBP Jatiwaringin

Pada minggu kedua di bulan Desember 2008, atau pada minggu Advent ketiga dalam masa-masa penantian akan kedatanganNya, Gereja HKBP Jatiwaringin dalam prakteknya sudah mempersiapkan penyelenggaraan perayaan-perayaan Natal di bulan Desember ini. Dalam merayakan hari kelahiran Tuhan Yesus Kristus Sang Juruselamat manusia, panitia Natal pun sudah dibentuk sejak bulan November lalu. Dan segala persiapan sudah dilakukan dari setiap seksi, mulai dari Penerbitan Buletin Natal setiap minggu yang isinya menjelaskan tentang makna Natal dan segala sesuatu yang berhubungan dengan Natal yaitu: jadwal perayaan Natal, laporan keuangan Natal serta ucapan selamat Natal.
Pohon Natal yang berukuran tiga meter yang biasanya berada di sebelah kiri Altar Gereja sudah dipasang, dan yang lebih unik lagi, di samping Pohon Natal sudah di bangun sopo-sopo (rumah kecil) yang menyerupai kandang domba yang mengingatkan kita akan tempat kelahiran Tuhan Yesus Kristus, juga segala perlengkapan, aksesoris maupun pernak-pernik sudah dikeluarkan untuk menghiasi Pohon Natal maupun ruangan Gereja supaya kelihatan indah.
Pemimpin jemaat/Parhalado dan Panitia Natal juga mengharapkan dukungan dari seluruh Jemaat HKBP Jatiwaringin dalam bentuk ucapan syukur yaitu, dengan menyediakan Amplop Natal untuk mensukseskan Perayaan-perayaan Natal, yaitu Natal Anak Sekolah Minggu, Natal Naposo-Remaja dan Natal Umum. Selain itu, panitia juga dalam dua minggu ini membuka Bazar di lapangan parkir, dan siap dengan palayanannya bagi setiap jemaat yang memesan makanan. Kiranya pencarian dana berjalan dengan lancar.
Tema Natal HKBP Jatiwaringin pada tahun ini adalah “Usahakanlah kesejahtraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu (Yeremia 29: 7). Ibadah malam Natal, Rabu, 24 Desember 2008, akan dilaksanakan 3x kebaktian. Begitu juga dengan Ibadah Natal I tambah Perjamuan Kudus hari Kamis, 25 Desembrer 2008 akan dilaksanakan 3x kebaktian, dengan tata ibadah menggunakan Bahasa Batak 2x dan Bahasa Indonesia 1x. Sedangkan Ibadah Natal II, 26 Desember 2008 hanya 1x kebaktian.
Pada minggu , 21 Desember 2008, Ibadah Khusus Muda/i HKBP Jatiwaringin juga akan mengadakan Ibadah yang bernuansa Natal, dengan tema “Immanuel! Tuhan Allah menyertai kita”Kebaktian akan di mulai pkl: 15.00 Wib, setengah jam dipercepat dari jam Ibsus sebagaimana biasanya. Sedangkan Natal Gabungan Pelajar Sidi, Remaja dan NHKBP akan diadakan pada hai sabtu, 20 Desember 2008 dengan tema: “Sejahtera masyarakat, sejahtera Gereja” (Yeremia 29: 7) dan sub-tema: “Heal The World, Through Us, Lord!” sangat diharapkan peran serta kaum muda HKBP Jatiwaringin untuk hadir dan mendoakan Natal tersebut.
Perayaan Natal Anak Sekolah Minggu kelas Batita & Balita, Kelas I-4 SD dan Kelas 5 SD – SLTP sudah diadakan lebih awal pada tanggal 5, 6 dan 8 Desember 2008 dan Ibadah berjalan dengan lancar.
Dalam mempersiapka ibadah perayaan Natal, kemeriahan dan semarak sudah kian terasa, sukacita jemaat dalam merayakan hari kelahiran Sang Juruselamat cukup jelas terlihat, koor/lagu pujian dari setiap wijk sudah dipersiapkan, juga koor kategorial dan khususnya Naposo, dalam satu minggu dua kali latihan.
Kiranya sukacita dan makna Natal selalu bernaung dihati kita dan makna Natal tidak hanya berlangsung saat ini tetapi tetap ada di setiap detik kehidupan kita.
Tuhan senang dengan antusias kita dalam merayakan kelahiranNya tapi Tuhan juga menginginkan kita meluangkan waktu untukNya dan menjalin hubungan serta menjadi sahabatNya yang baik. Tentunya dengan semakin kita akrab denganNya, kita semakin mengetahui kebenaran-kebenaranNya dan kita juga semakin peduli terhadap hal-hal yang Tuhan peduli dan kehendaki. Tuhan peduli pada UmatNya dengan menebus kita dari dosa dunia. Dan inilah alasan mengapa Yesus datang ke dunia ini, dan kita yang sudah diselamatkan memberitakan kabar tersebut kepada orang lain.
Selamat merayakan hari Natal. Tuhan Yesus memberkati.

Sunday, December 14, 2008

Selamat Advent III

Minggu, 14 Desember 2008, HKBP sudah memasuki minggu Advent III menurut kelender gerejawi HKBP. Di Altar Gereja sudah kulihat menyala tiga lilin. Pada Minggu Advent III ini, Gereja HKBP Jatiwaringin kembali memberi penjelasan mengenai kata Advent, baik itu melalui renungan warta jemaat, Renungan Buletin IbSus, maupun buletin Natal 2008. Ini menunjukkan betapa Advent sangat penting maknanya bagi setiap jemaat. Apakah kita sudah benar-benar mengerti makna Advent?
Kata Advent berarti penantian. Penantian itu akan melahirkan perjumpaan. Menanti sama maknanya dengan menunggu. Menunggu adalah bagian dari hidup manusia.
Masa-masa Advent menunjukkan seberapa besar kita mempersiapkan dan menantikan kedatangan Tuhan Apakah kita sudah siap menyambutNya? Apakah hati, pikiran dan perbuatan kita sudah siap menanti kedatanganNya? Menanti kedatangan Tuhan akan mendapatkan kekuatan baru jika kita menantikanNya dengan sungguh-sungguh dan penuh harapan.
Menyambut Tuhan, berarti Bertobat dan melakukan apa yang Tuhan telah Firmankan dan menerima Tuhan berkuasa di dalam hidup kita yang berarti kita mewujudkan Kasih kepada sesama, hidup dengan mensyukuri akan apa yang kita miliki. Bila kita melakukannya dengan sungguh-sungguh, kita akan bersama-sama tinggal dalam KerajaaNya yang kekal. Indah sekali bukan!
Sudahkah kita beradvent yang benar?
God Bless...

Tuesday, December 2, 2008

Kebaktian Full Band di HKBP

By: Gerda Silalahi
Lama tak mengikuti kebaktian pukul 18.00 di gerejaku semasa belum menikah: HKBP Jalan Soeprapto. Mungkin sudah lebih dari 5 tahun aku tidak pernah kebaktian sore disini. Sejak menikah, langsung hamil, dan sibuk ngurus Belle. Aku sempat cuti main organ 2 tahun, dan lebih sering ikut kebaktian pagi atau di GPIB tempat Noldy dan aku diberkati dan terdaftar sebagai jemaat. Kembali lagi main organ di HKBP, hanya untuk kebaktian pukul 09.30, kebaktian yang berbahasa batak, maklum sebagai anak Tarutung, aku lebih mahir berbahasa batak dan terutama aku lebih terbiasa mengiringi lagu2 dari buku ende bahasa batak.
Minggu kemarin, aku dan Noldy bersama Belle memutuskan mengikuti kebaktian sore di HKBP . Setibanya di gereja, sudah agak telat, pukul 18.03. Kami langsung dikagetkan dengan hingar bingar iringan band mengiringi lagu persekutuan yang bertempo cepat. Wah, wah..., rasanya aneh banget. Memang sudah berapa tahun belakangan gerejaku ini memakai iringan band untuk kebaktian anak muda, pukul 18.00 sore. Lengkap pula dengan screen besar di depan untuk menayangkan lirik lagu yang sedang dinyanyikan.
Hatiku campur aduk, baru kusadari ternyata aku belum siap menerima perubahan drastis ini. Bahkan GPIB dan GKI yang mungkin lebih 'terbuka pada perubahan' dibanding HKBP yang sering dianggap gereja tua dan old fashion banget, belum menerapkan iringan full band seperti ini. Kembali terkenang heningnya beribadah di HKBP Pusat Pearaja Tarutung dan HKBP Kota Tarutung. Hingga ada istilah ibarat sebuah kancing peniti jatuh, pasti akan terdengar jelas saking hening dan hikmatnya. Ketika bernyanyi, yang mengiringi jemaat bernyanyi hanya poti marende (organ) yang entah kenapa mendengar suaranya saja kita bisa merinding. Aku merasa beruntung pernah mengalami masa-masa itu, merasakan menjadi pemain organ saat itu, sejak umur 12 tahun, bahkan saat kakiku belum bisa menginjak pedalnya. Adalah Amang guru Limbong, bapaknya Gloria Limbong yang menginjak pedal suara dan pedal bas itu untukku. Amang yang sabar mengajar aku bermain organ ini selalu duduk di belakangku, menemani aku bermain organ. Ketika tiba waktunya membacakan warta jemaat alias tingting, Amang Limbong akan muncul dari belakangku berjalan ke arah mimbar.
Aku bahkan baru 'mengenal' dan berpartner dengan piano sebagai pengiring jemaat bernyanyi baru berapa tahun lalu disini. Awalnya berasa sama saja, tapi semakin lama semakin indah. Mungkin karena kami sudah semakin harmonis dan adik-adikku para pemain piano yang sudah semakin mahir berimprovisasi. Sekarang aku malah merasa tanpa piano, bermain organ di HKBP rasanya seperti memasak tanpa garam.
Namun ternyata mendengar hingar bingar mendengar iringan full band untuk lagu persekutuan di ibadah HKBP, aku belum siap. Rasanya tidak rela melihat HKBPku berubah demikian drastisnya. Memang benar, sejak ada iringan band ini aku sering mengamati di warta jemaat, anak muda yang mengikuti kebaktian sore semakin ramai. Dari hanya 400, sekarang mencapai 700 orang. Juga pada hari ini, aku mendapat tempat duduk paling belakang saking penuhnya. Mobil pun harus diparkir jauh di luar halaman gereja. Suatu kondisi yang tidak pernah terjadi ketika belum ada iringan band, biasanya hanya terjadi pada saat Natal dan hari besar gereja lainnya.
Yang menarik buatku menyaksikan Amang yang par Agenda bertepuk tangan dengan semangat di depan, beberapa sintua dan jemaat juga bertepuk tangan mengikuti lagu. Wah, terobosan luar biasa. Memang belum semua jemaat tepuk tangan, termasuk aku dan Noldy. Aku masih berasa canggung, berasa seperti bukan di HKBP. Sekali-sekali aku memang mengikuti kebaktian persekutuan di kantor maupun di Glow Fellowshipnya Pdt. Gilbert Lumoindong, disana aku bertepuk tangan tanpa sungkan. Memang ini tempat bertepuk tangan sambil bernyanyi pikirku.
Setelah introitus, masuk lagu kedua dst, semua memakai lagu Kidung Jemaat (KJ). Lagu bertempo sedang, diiringi band dengan tempo yang tepat. Wah, ini baru cocok nih buatku. Ternyata iringan band itu tidak selalu hingar bingar seperti lagu2 di persekutuan. Jika lagunya diambil dari KJ, rasanya tidak berisik dan masih berasa HKBPnya. Apalagi ketika Koor Ina menyanyikan lagunya dengan kekhasannya : lambat, singil, nada dan tempo tidak padu. Langsung berasa kembali ke HKBP totok :)
Ini minggu pertama Amang Pdt Bakara sebagai pendeta resort yang baru bertugas menggantikan Amang Pdt Ramlan Hutahaean yang sekarang menjadi Sekjen HKBP. Kotbahnya mengenai ibadah dan persembahan. Lumayan bagus menurutku. Sepertinya amang ini cukup berwawasan dan bisa membawakan kotbah dengan cukup menarik.
Ketika pulang, aku bersalaman dengan Amang Sintua Tambunan yang sebelumnya menjabat Ketua Dewan Musik sebelum digantikan oleh Johny dari naposobulung. Aku bilang, " berhasil program memanggil kembali anak muda kita dari jajan di luaran yah?" "Hahaha, benar sekali itu" katanya. "Lihat sendiri kan penuh sekarang gereja kita dengan anak muda kita.
"Hmmm, mungkin sebaiknya aku tidak terlalu apriori pada kebaktian full band di HKBP. Tapi menurutku pribadi, alangkah baiknya jika kita memakai lagu2 dari KJ, PKJ, NKB, BE dan Supplemen BE. Dan harus diwaspadai, bisa jadi ini hanya femonena sesaat, anak muda membanjiri gereja karena ada iringan full band. Jika kotbah tetap di awang-awang, monoton dan tidak membumi.., anak muda ini pasti akan kembali jajan dan meninggalkan HKBP. Yang apparently, menurut pengamatanku adalah gereja dengan jemaat terutama anak muda paling sering beribadah di luaran. Buktikan sendiri ke Tiberias dan Bethany maupun Glow Fellowship, pasang telinga lebar2, pasti ada saja yang bicara dalam bahasa batak atau berdialek batak disana. Dan tanyakan mereka jemaat mana? Pasti HKBP.

Sunday, November 30, 2008

Minggu Advent I

Selamat Advent...

Minggu, 30 November 2008 adalah minggu advent I sesuai kelender gerejawi Almanak HKBP, dan tahun baru gerejawi. Dia atas altar menyala satu lilin sebagai tanda Minggu Pertama persiapan menyongsong kelahiran Kristus sebagai terang dunia.
Dalam menyambut natal, HKBP Jatiwaringin sejak minggu, 23 November sudah menerbitkan buletin natal 2008 edisi I dengan judul besarnya “Kota Betlehem”. Ini mengingatkan kita tentang sebuah kota kecil tetapi nama besar yaitu Betlehem, Karena Tuhan Yesus lahir di kota tersebut. Jauh sebelum peristiwa kelahiran Yesus, nabi Mika telah menubuatkannya (Mika 5:1). Nabi Mika menubuatkan bahwa seorang Raja baru, akan lahir di sebuah kota di wilayah Yehuda. Nama kota itu disebut Betlehem. Pemimpin baru yang lahir dan datang dari Betlehem itu bukanlah manusia biasa. Dia adalah yang sudah ada sebelum segala sesuatu ada. Pemimpin baru itu akan menebus umat Allah dari segala penderitaanNya seperti seorang Gembala. Sebagai Gembala Agung, Dia bertindak mengembalakan domba-dombanNya dengan baik, memberinya air kehidupan, membelanya dari berbagai bahaya dan pencobaan, sekaligus menjamin hidup mereka dengan keamanan dan kehidupan yang kekal dan memelihara hidup mereka hingga akhir zaman.
Dan pada minggu, 30 November 2008, HKBP Jatiwaringin juga sudah menerbitkan buletin natal edisi 2 dengan judul “Perayaan Natal”, yang ditulis oleh Pdt. P.S Napitupulu. Amang Pendeta menyinggung soal tradisi setiap tanggal 25 Desember masyarakat yang beragama Kristen selalu merayakan hari raya Natal. Sejak bulan Desember di berbagai negara pada umumnya aktifitas dunia bisnis sudah mulai menggelita, dimana pusat-pusat pertokoan dan pusat perbelanjaan sudah sibuk memajang berbagai barang-barang keperluan Natal terutama aksesoris dan pernak-pernik Natal sekaligus mendekorasi ruangan tokonya dengan nuansa Natal yang cukup menarik. Demukian juga para pengunjung sudah mulai berbondong-bondong untuk belanja keperluan Natal. Lagu-lagu Natal sudah berkumandang yang menambah semarak suasana menjelang Natal yang sekaligus digunakan menjadi sarana promosi yang merangsangf masyarakat menjadi konsumtif.Padahal makna Natal adalah keprihatinan dimana Tuhan Yesus digambarkan lahir di kandang domba yang merupakan perlambang kesederhanaan.

Di saat kita merayakan Natal, ada baiknya kita mengingat saudara-saudara kita yang kecil. Sebab Yesus datang ke dunia ini juga melalui orang-orang kecil (miskin) dan tempat yaang kecil. Natal bukanlah hanya milik orang-orang besar, kaya dan mewah. Natal adalah peristiwa dimana Yesus datang dari kota yang kecil, miskin dan sepi, tetapi kedatanganNya sangat dirindukan umat manusia.

Friday, November 28, 2008

Hasil pertandingan HUT ke-30 HKBP Jatiwaringin

Hasil Pertandingan Dan Perlombaan Pesta Huria HUT ke 30 HKBP Jatiwaringin
Setelah melalui berbagai kegiatan dengan melelahkan namun sangat menyenangkan, panitia sudah menyusun daftar juara dalam setiap perlombaan yang dipertandingkan. Kiranya semua dapat berbesar hati dan menerima hasil dengan sportif.

1. Festival koor Antar Wijk HKBP Jatiwaringin
Juara I: Wijk 7
Juara II: Wijk 14
Juara III: Wijk 8
Harapan I: Wijk 1
Harapan II: Wijk 3
Harapan III: Wijk 11

2. Lomba masak antar Wijk
Juara I: Wijk 7
Juara II: Wijk 6
Juara III: Wijk 8
Harapan I: Wijk 1
Harapan II: Wijk 9
Harapan III: Wijk 14

3. Lomba busana antar wijk
- Kategori Anak

Juara I: Wijk 1
Juara II: Wijk 6
JuaraIII: Wijk 8
Harapan I: Wijk 7
Harapan II: Wijk 11
Harapan III: Wijk 10

- Kategori Naposo
Juara I: Wijk 6
Juara II: Wijk 8
Juara III: Wijk 10
Harapan I: Wijk 7

- Kategori Ibu-ibu
Juara I: Wijk 8
Juara II: Wijk 6
Juara III: Wijk 10
Harapan I: Wijk 11
Harapan II: Wijk 7
HarapanIII: Wijk 15

- Kategori Pasangan
Juara I: Wijk 7
Juara II: Wijk 1
Juara III: Wijk 8
Harapan I: Wijk 10
Harapan II: Wijk 2

4. Festival vocal group antar wijk
Juara I: Wijk 2
Juara II: Wijk 11
Juara III: Wijk 6
Harapan I : Wijk 7
Harapan II: Wijk 15

5. Lomba pidato antar wijk
Juara I: Wijk 1
Juara II: Wijk 6
Juara III: Wijk 12

6. Bola kaki antar wijk
Juara I: Wijk 5
Juara II: Wijk 8
Juara III: Wijk 3

7. Futsal Ama antar wijk
Juara I: Wijk 6
Juara II: Wijk 8
Juara III: Wijk 13

8. Futsal Naposo antar wijk
Juara I: Wijk 4
Juara II: Wijk 3
JUara III: Wijk 6

9. Gerak jalan putra antar wijk
Juara I: Wijk 9
Juara II: Wijk 8
Juara III: Wijk 2

10. Gerak jalan putri antar wijk
Juara I: Wijk 1
Juara II: Wijk 8
Juara III: Wijk 14

11. Bulu tangkis antar wijk
Juara I: Wijk 8
Juara II: Wijk 9
Juara III: Wijk 14

12. Tenis meja antar wijk
Juara I: Wijk 6
Juara II: Wijk 3
Juara III: Wijk 8

13. Catur antar wijk
Juara I: Wijk 8
Juara II: Wijk 6
Juara III: Wijk 9

" Kiranya dengan hasil yang sudah dicapai semakin membawa semangat untuk mempererat kebersamaan dan kesatuan yang sudah terjalin diantara jemaat HKBP Jatiwaringin. Horas, horas, horas...Tuhan Yesus memberkati kita semua".

Saturday, September 20, 2008

Pesta Huria HKBP Jatiwawringin

Dalam rangka pesta Ulang Tahun ke 30, HKBP Jatiwaringin mengucapkan Puji Syukur kepadaNya dengan mengadakan ibadah raya dan tor-tor tanggal 8-9 November 2008, dan juga serangkaian kegiatan yang melibatkan anggota jemaat mulai dari Anak Sekolah Minggu, Remaja, NHKBP, maupun kelompok kategorial lainnya.

Melalui kegiatan ini, ucapan syukur jemaat akan semakin terlihat melalui aksi yang ditunjukkan dengan berbagai potensi yang dimiliki setiap anggota jemaat. Tentunya kebersamaan, kekompakan dan keceriaan dan kesatuan antar jemaat akan semakin berkembang, suatu hal yang Tuhan inginkan dalam gerejaNya.

Berbagai kegiatan yang sudah dirancang panitia diharapkan dapat diikuti seluruh anggota jemaat ataupun perwakilan wijk masing-masing. Dari hasil rapat yang telah dilakasanakan oleh panitia, menghasilkan kegiatan sebagai berikut:


1. Kegiatan Pesta


Ibadah:

- Ibadah KKR dengan tema: "Beritakanlah Injil Kepada Semua Mahluk" (Markus 16:15) dengan pembicara Pdt. Richard Daulay ( Sekum PGI).

- Kegiatan Ibadah dalam bentuk pengucapan syukur Bahwa HKBP Jatiwaringin telah berusia 30 tahun

- Merupakan ibadah raya yang diikuti seluruh jemaat HKBP Jatiwaringin

- Melaksanakan ibadah dengan tata ibadah khusus yang dirancang sesuai dengan kondisi pesta perayaan HUT suatu geraja.

Hiburan:

- Dilaksanakan setelah ibadah raya selesai.

- Penyerahan apresiasi terhadap hasil kegiatan yang sudah dilaksanakan.

- Diisi oleh potensi wijk dengan konsep dari kita untuk kita yang

pengisiannya telah diatur sebelumnya.

Tor-Tor:

- Merupakan puncak manifestasi ucapan syukur dari sekuruh wijk

- Dirancang agar seluruh wijk berperanserta untuk “manotor dan Manopoli”.

- Seluruh wijk menyampaikan silua untuk dipersembahkan untuk

Kerajaan Tuhan.


2. Kegiatan Budaya

Lomba masak:

- Kegiatan ini diikuti oleh Ina dikhususkan lomba masak khas Batak dengan tim penilai yang kompeten.

Lomba busana:

- Kegiatan yang diikuti oleh kaum wanita dikhususkan lomba Busana batak dengan penilai yang kompeten.

3. Kegiatan pembinaan Pemuda /Remaja

Talk Show:

- Tema "Manage Your Asset", yang akan membekali pemuda/i untuk mengelola dengan baikan bermanfaat apa yang kitamiliki.

-Pembicara: Elisa Lumbantoruan (Direktur IT PT. Garuda Indonesia), Edward Sirait(Direktur Umum PT. Lion Air) dan Candra Silitonga(Enterpreneur Musik)

- Diikuti oleh para Pemuda/Remaja seluruh wijk

- Seminar/workshop diikuti oleh para pemuda/remaja.

- Tema "Present Your Mind"

- Tujuannya Membekali Pemuda/i untuk mengetahui tips dan trik serta cara-cara berbicara di depan umum (Public Speaking) baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalm pelayanan(MC/WL,dll).

- Pembicara : Pdt. Daniel T.A Harahap, M. Th(Teolog), Maria Sidabutar(Consultan PR) dan Nico Siahaan(MC Professional).

-Lomba Pidato Pemuda dalam bahasa Inggris.

- Tema: "The Role Of Youth As The Asset Of The Church"

- Lomba cerdas cermat diikuti oleh anak sekolah minggu.


4. Kegiatan Festival koor antar Wijk dilaksanakan oleh dewan marturia.


5. Kegiatan Festival Vocal Group Muda/i antar wijk.


6. Kegiatan Olah Raga :


- Diikuti oleh Naposo, Ama dan Ina.

- Berprinsip untuk mencari potensi dari wijk sesuai bakat

masing-masing.

- Jenis olag raga yag dipertandingkan adalah: Catur, Futsal,

Badminton Gerak jalan, Tennis meja dan Sepak bola.


Semua kegiatan Olah raga sudah dimulai sejak awal September dan akan berakhir awal Oktober ini, sedangkan lomba masak dan cerdas cermat akan berlagsung hari minggu tanggal 21 September, Festival vocal group tanggal 2 Oktober, lomba busana dan lomba pidato serta Ibadah KKR tanggal 25 Oktober, seminar/workshop dan talk show tanggal 1 November dan semuanya itu akan ditutup dengan Ibadah Raya dan tortor tangal 8-9 November.

Biarlah segala bentuk ucapan syukur kita ini, gereja HKBP Jatiwaringin semakin kuat dan kokoh, dan jemaatnya semakin bertumbuh dalam Iman, Pengharapan dan Kasih sehingga tetap terlaksana tritugas gereja.

Selamat Ulang Tahun ke 30 HKBP Jatiwaringin.Tuhan Yesus memberkati.

Thursday, September 18, 2008

Ulang Tahun ke 30 HKBP Jatiwaringin


Puji Syukur dan Terima kasih kita ucapkan kepada Allah Bapa di Sorga atas Kasih Karunia dan KebesaranNya, Gereja HKBP Jatiwaringin akan genap berusia 30 tahun pada Bulan November 2008. Kita bersyukur karena selama hampir 30 tahun HKBP Jatiwaringin mengalami perubahan ke hal yang lebih baik dan positif, baik dalam statistik jemaat, manajement, pembangunan dan tentunya dalam iman rohani.

Kita berharap dalam usia yang sudah matang dan produktif ini, HKBP Jatiwaringin semakin dewasa dalam menelorkan ide-ide cemerlang untuk perkembangan dan kemajuan gereja kita. Dalam hal ini kesatuan dan keharmonisan jemaat sangatlah perlu dijaga dan dikembangkan, karena kesatuan adalah jiwa persekutuan. Kesatuan merupakan hakikat, inti dan kerinduan Allah agar jemaatNya mengalami kehidupan bersama dalam gerajaNya. Dengan adanya kesatuan, tentunya Gereja kita semakin terlindungi dari segala percekcokan, perpecahan, konflik maupun ketidakharmonisan. Sebagai anggota keluarga Allah menjadi tanggung jawab kita untuk melindungi kesatuan di tempat kita bersekutu.

Kita juga berharap kebersamaan diantara jemaat semakin terjalin dan selalu saling mengasihi sesama, mengasihi gereja dengan sungguh-sungguh sekalipun ada ketidaksempurnaan, sehingga tercipta hubungan yang menyenangkan diantara jemaat, baik jemaat secara keseluruhan maupun jemaat dalam tiap sektor/wijk.

Dengan demikian persekutuan sejati yang Tuhan harapkan tetap terjaga dalam Gereja HKBP Jatiwaringin, dimana jemaat semakin rindu untuk melayani dan bersaksi bagi kemuliaan namaNya. Sehingga menghasilkan tiga tugas gereja Yaitu Melayani, Bersekutu dan Bersaksi.

Selamat Ulang Tahun ke 30 HKBP Jatiwaringin yang aku kasihi, Kiranya semakin sukses dan membawa jiwa-jiwa yang rindu akan Tuhan dan yang mamBOAN SADANARI.